Anggaran Balikpapan 2026 Dikaji Ulang, Pembangunan Terancam Mandek
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono-Chandra/Disway Kaltim -
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM — Pemkot dan DPRD Balikpapan saat ini tengah menghitung dan mengkaji ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang sebelumnya telah dibahas sementara.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan menyusul keluarnya Keputusan Menteri Keuangan (KMK) yang berdampak pada pemotongan anggaran lebih dari 60 persen. Dari dana Transfer ke Daerah (TKD) yang seharusnya menjadi hak seluruh kabupaten dan provinsi di Indonesia.
Menurutnya, pemotongan TKD tersebut sangat signifikan. Imbasnya sejumlah proyek strategis terancam tertunda pengerjaannya.
BACA JUGA:Baru 43 Persen Lapor, DPMPTSP Balikpapan Kejar Kepatuhan LKPM Lewat Program ‘Hunter’
“Kota Balikpapan ini akan dipotong anggarannya lebih dari 60 persen TKD. Yang semula seharusnya kita ini kan dapat TKD ini hampir 1,8 (triliun), tapi dipotongnya sekitar 1,05 triliun,” ujarnya saat ditemui, Senin 13 Oktober 2025.
Ia juga mengungkapkan kemungkinan pemotongan dana transfer dari provinsi, sebagai imbas pemotongan juga terjadi di tingkat provinsi.
“Otomatis kita bisa dipotong dana transfer dari provinsi juga sekitar Rp300-an miliar, bisa saja kita dipotong Rp200-an miliar. Bisa jadi provinsi juga dipotong,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Budiono menyebutkan bahwa pembangunan tahun depan bisa terhambat atau bahkan tidak terlaksana.
BACA JUGA:Dishub Balikpapan Bikin Rencana Induk Transportasi, Jumlah Angkutan Online Bakal Diatur
Meski demikian, ia menegaskan bahwa jika pembangunan tidak dapat dilaksanakan, pemerintah daerah akan tetap menjalankan kegiatan rutin.
“Gaji pegawai pasti harus dipenuhi. Saya takut kalau tidak ada perekonomian yang terputar di Kota Balikpapan,” tambah Budiono.
Salah satu contoh pembangunan yang kemungkinan bisa terdampak yakni proyek Rumah Sakit Balikpapan Timur.
"Kami berharap pemerintah kota melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pos-pos belanja, termasuk tunjangan. Karena pembangunan seperti RS Balikpapan Timur harus ditunda terlebih dahulu," katanya.
BACA JUGA:Jalan Baru Mukmin Faisal Sepinggan Sudah Terhubung Menuju Manggar, Tapi Masih Minim Penerangan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

