Suster Maria dan Jembatan Maryati: Misteri yang Menjadi Warisan Masa Kecil Balikpapan
Seorang warga melintas di Jembatan Maryati, di kawasan Gunung Sari, tepatnya di Jl. Bunga Matahari, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Sabtu (23/8/2025). Legenda urban yang masih ada sampai saat ini..-Salsabila-nomorsatukaltim.disway.id
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Di balik hiruk-pikuk perkotaan, Balikpapan menyimpan kisah-kisah yang menempel di ingatan generasi 80-an dan 90-an.
Di antara cerita-cerita itu, legenda Suster Maria di Gunung Dubs dan Jembatan Maryati menonjol sebagai urban legend yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman masa kecil warga.
Wiyashadi Huda, lahir dan besar di Balikpapan Timur, masih mengingat jelas cerita Suster Maria yang menakutkan namun menarik perhatian anak-anak di zamannya.
"Cerita itu turun-temurun dari kakak-kakak ke kami yang masih SD kelas 3 sampai 5. Dulu dikasih nomor telepon Suster Maria, katanya arwahnya masih bisa hidup lagi seperti orang sekitar kita," ucapnya sambil terkekeh.
BACA JUGA: Mufakat Kanjeng Sinuhun (1): Geledah
Ia mengaku bahwa kisah itu sering didengar melalui radio dan obrolan anak-anak. Dari waktu ke waktu, cerita berkembang dan semakin dramatis.
Anak-anak kecil pun percaya begitu saja, karena mereka belum bisa membedakan logika dan imajinasi. Bahkan keberanian untuk mencoba uji nyali di kawasan Gunung Kemendur, Volker, dan Gunung Dups menjadi semacam ritual anak-anak Balikpapan.
Daerah-daerah yang terkait Suster Maria, termasuk rumah tua dengan jembatan gantung, disebut-sebut angker. Warga setempat mengaku sering melihat sosok perempuan berseragam suster.
Selain itu, pengendara yang melintas di jalan terjal kawasan Volker bahkan merasakan kursi kosong di kendaraan tiba-tiba terasa berat, seolah ada penumpang tak kasat mata. Beberapa kejadian menakutkan ini diyakini menjadi penyebab kecelakaan di kawasan Volker dan Gunung Dubs.
BACA JUGA: Mufakat Kanjeng Sinuhun (2): Mr S dan Temuan Kaum Hermes
Suster Maria, berdasarkan legenda, akan menampakkan diri terutama jika ada kursi kosong di kendaraan. Sosoknya digambarkan mengenakan pakaian lusuh penuh darah, menghantui perjalanan mereka yang nekat melintas di daerah itu.
Suara-suara tanpa wujud, seperti langkah kaki di semak belukar dan siulan aneh, juga kerap terdengar, menambah nuansa horor di lokasi-lokasi ini.
Sementara kisah mistis menarik rasa penasaran, sejarah Suster Maria juga menyimpan fakta tragis. Marie Van Veenen, seorang biarawati Belanda, menjadi korban kekejaman tentara Jepang saat masuk ke Balikpapan.
Saat itu, kilang minyak sempat dibakar oleh Belanda agar tidak jatuh ke tangan Jepang. Marie ditangkap dan dibawa ke sebuah rumah dekat jembatan gantung. Bersama tentara Belanda yang tertangkap, mereka mencoba melarikan diri, namun gagal. Marie dan keluarganya dibunuh dengan keji.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

