Wanita yang akrab disapa Yama itu mengatakan, konsep tersebut diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat sehingga Pasar Pagi tidak hanya menjadi tujuan berbelanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun komunitas.
BACA JUGA: Segmen 1 Teras Samarinda Dilanjutkan dengan Anggaran Rp10,6 Miliar
BACA JUGA: Teras Samarinda Siap Gelar Event Internasional Agustus Mendatang
Selain membuka peluang bagi penyelenggara acara, Disdag juga memberikan dukungan kepada para pedagang yang mulai berinisiatif menggelar kegiatan secara mandiri. Kreativitas para pelaku usaha dinilai menjadi modal penting untuk membangun suasana pasar yang lebih hidup.
"Pedagang sudah mulai kreatif mengadakan senam dan kegiatan lainnya. Kalau kios sudah semakin terisi, tentu kegiatan seperti itu akan lebih nyaman dilaksanakan," jelasnya.
Nurrahmani menambahkan, setiap kegiatan yang digelar nantinya akan dievaluasi agar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan jumlah pengunjung dan omzet pedagang. Masukan dari pelaku usaha maupun masyarakat akan menjadi bahan penyempurnaan program pada pelaksanaan berikutnya.
Pemkot Samarinda juga berharap keterlibatan komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga event organizer dapat menghadirkan konsep acara yang beragam sehingga Pasar Pagi semakin dikenal sebagai pusat perdagangan yang aktif sekaligus ruang publik bagi masyarakat.