Dinkes Kaltim: Program KB Jadi Fondasi Membangun Keluarga Sehat

Minggu 05-07-2026,23:00 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Tri Romadhani

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis keluarga, sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.

Melalui pendekatan tersebut, program keluarga berencana (KB) tidak lagi dipandang sebatas mengatur jumlah maupun jarak kelahiran, melainkan menjadi fondasi dalam membangun keluarga sehat sejak sebelum pernikahan hingga memasuki usia lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pelayanan kesehatan saat ini menerapkan pendekatan life cycle atau siklus kehidupan.

Artinya, setiap tahapan kehidupan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia.

"Pelayanan kesehatan sekarang berbasis keluarga. Ada transformasi di bidang kesehatan yang menggunakan pendekatan life cycle. Jadi semua segmen kehidupan menjadi perhatian, mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, balita, remaja, dewasa sampai lansia," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

BACA JUGA:Pembangunan IKN Dongkrak Ekonomi PPU 19,9 Persen, Otorita Klaim Tertinggi di Kaltim

Menurut Jaya, pendekatan tersebut diterapkan karena kelompok yang paling rentan mengalami masalah kesehatan berada dalam lingkungan keluarga.

Oleh sebab itu, keluarga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan setiap anggotanya.

Ia menjelaskan, program keluarga berencana sebenarnya sudah dimulai sejak seseorang merencanakan pernikahan.

Karena itu, setiap calon pengantin diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas sebelum menikah.

Pemeriksaan tersebut meliputi skrining status gizi, kadar hemoglobin (HB), pemeriksaan penyakit tertentu hingga imunisasi yang diperlukan sebagai persiapan memasuki masa kehamilan.

BACA JUGA:Tinggalkan Persiba, Lorensius Amanat Sabda Hijrah ke PSIS Semarang

"Semua calon pengantin wajib melakukan pemeriksaan di puskesmas. Mulai dari status gizi, kadar hemoglobin, skrining penyakit sampai imunisasi dilakukan sebelum mereka memiliki anak," jelas Jaya.

Hasil pemeriksaan itu, menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan langkah pendampingan.

Apabila ditemukan calon ibu mengalami kekurangan energi kronis maupun anemia, maka kondisi tersebut perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan.

Kategori :