Bankaltimtara

Konten Boleh Viral, Ternyata Penghasilan Belum Tentu Stabil

Konten Boleh Viral, Ternyata Penghasilan Belum Tentu Stabil

C.PandaMan atau Gilang Putra Ramadhan berpose usai mengikuti proses audisi MasterChef Indonesia di Jakarta.-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Di mata banyak orang, menjadi kreator konten sering dipandang sebagai jalan pintas menuju kesuksesan.

Cukup membuat video, menjadi viral, lalu uang mengalir dari berbagai platform media sosial. Kenyataannya tidak sesederhana itu.

Di balik jutaan tayangan video yang menghibur, ada proses panjang yang tak selalu terlihat.

Ada bertahun-tahun masa sepi penonton, algoritma yang terus berubah, hingga penghasilan yang naik turun tanpa bisa dipastikan setiap bulan.

Cerita itulah yang dialami Gilang Putra Ramadhan atau yang lebih dikenal sebagai C.PandaMan, kreator konten asal Balikpapan yang dikenal lewat video memasak bernuansa komedi dengan jargon "Pingin Jadi MasterChef".

Popularitas yang kini diraihnya bukan sesuatu yang datang dalam semalam. Ia mengaku mulai mengunggah konten sejak 2017, jauh sebelum namanya dikenal publik.

BACA JUGA:Tinggalkan Persiba, Lorensius Amanat Sabda Hijrah ke PSIS Semarang

Saat itu ia membuat berbagai macam video, berharap suatu saat ada yang menarik perhatian penonton. Namun hasilnya jauh dari harapan.

Selama hampir delapan tahun, video demi video terus diunggah tanpa perkembangan yang berarti.

Bahkan setelah menikah dan memiliki anak, kanal YouTube yang dibangunnya belum juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Ia mengakui, pada masa-masa awal dirinya masih berpikir bahwa membuat konten bisa menjadi sumber penghasilan. Ketika jumlah penonton tidak kunjung bertambah, semangatnya pun sempat naik turun.

"Awalnya mungkin memang karena ingin dapat uang. Jadi waktu tidak naik, sempat tidak konsisten. Lama-lama justru saya jatuh cinta membuat kontennya," ujarnya kepada Nomorsatukaltim, pada Minggu (6/7/2026).

Di luar membuat konten, Gilang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia pernah berprofesi sebagai koki. Ketika pandemi Covid-19 membuat sektor kuliner terpukul, ia beralih menjadi kurir lepas.

Kesibukan bekerja tak membuatnya berhenti berkarya. Seusai bekerja, ia masih menyempatkan diri membuat video.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait