Jaya menilai, langkah tersebut penting karena kesehatan ibu sebelum hamil sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi yang akan dilahirkan.
BACA JUGA:Sabu Disimpan di Bawah Kasur, Pengedar Narkoba di Bontang Lestari Ditangkap
"Kalau kondisi gizinya belum baik atau masih anemia, sebaiknya diperbaiki dulu. Kita ingin anak yang dilahirkan benar-benar sehat sejak awal," ujarnya.
Selain mendampingi pasangan usia subur, pelayanan kesehatan berbasis keluarga juga menyasar kelompok remaja.
Dinkes pun bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memberikan edukasi, mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Sekaligus menyediakan layanan rehabilitasi, bagi mereka yang menjadi korban ketergantungan narkoba.
Menurut Jaya, upaya tersebut menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang agar remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif.
Pelayanan serupa juga diberikan kepada kelompok lanjut usia melalui Posyandu Lansia. Program tersebut, menyediakan pemeriksaan kesehatan berkala, pendampingan, serta edukasi untuk mencegah penyakit degeneratif maupun gangguan kesehatan yang kerap dialami masyarakat usia lanjut.
"Setiap kelompok usia memiliki risiko kesehatan yang berbeda. Karena itu pelayanan kesehatan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia," tuturnya.
Jaya menegaskan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada rumah sakit, puskesmas maupun tenaga kesehatan.
Keterlibatan keluarga tetap menjadi faktor paling penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:RSUD Taman Husada Bontang Butuh Tambahan Tempat Tidur untuk Pasien Rawat Inap
Menurutnya, keluarga memiliki peran besar mulai dari memilih pasangan yang sehat, menjaga kesehatan ibu selama kehamilan, memastikan anak memperoleh pelayanan kesehatan, hingga mendampingi orang tua ketika memasuki usia lanjut.
"Peran keluarga sangat penting karena kesehatan seseorang dimulai dari keluarga. Mulai memilih pasangan yang sehat, menjaga kehamilan sampai merawat orang tua ketika lansia," lanjutnya.
Ia berharap, masyarakat semakin memahami makna program keluarga berencana sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga, bukan sekadar mengendalikan angka kelahiran.
BACA JUGA:KONI PPU Mulai Sibuk Cari Penginapan untuk Kontingen Peserta Porprov Kaltim di Paser