SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda mulai menyiapkan warga binaan untuk terlibat dalam pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Program tersebut tidak hanya mendukung penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan menjelang kembali ke masyarakat.
Saat ini, Lapas Samarinda tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas dapur MBG sekaligus menyusun mekanisme operasional yang disesuaikan dengan petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Program ini dijalankan melalui kerja sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dengan yayasan pelaksana MBG dan baru diterapkan secara bertahap di sejumlah unit pemasyarakatan di Indonesia.
BACA JUGA: MBG Masuk Rutan Tanah Grogot, Tunggu Verifikasi Ditjenpas
“Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan yayasan pelaksana program MBG, dan mengharapkan dapur MBG dapat hadir di sejumlah lapas, termasuk di Samarinda,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, Senin (1/6/2026).
Menurut Yohanis, tidak semua lapas mendapat kesempatan menjalankan program tersebut pada tahun ini.
“Untuk tahun ini, kurang lebih terdapat 28 UPT Pemasyarakatan di Indonesia yang mendapat kesempatan melaksanakan program tersebut,” katanya.
Selain mendukung program nasional, keberadaan dapur MBG di lingkungan lapas juga diharapkan menjadi sarana pembekalan keterampilan kerja bagi warga binaan.
BACA JUGA: Hasil TKA Jeblok karena Literasi Rendah: MBG bukan Solusi!
Mereka akan dilibatkan dalam operasional dapur setelah melalui proses seleksi dan pelatihan yang telah ditetapkan pihak lapas.
“Warga binaan yang diprioritaskan adalah mereka yang telah menjalani dua pertiga masa pidana dan sedang berada dalam proses pembebasan bersyarat,” tegas Yohanis.
Ia menjelaskan, warga binaan yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum bertugas di dapur MBG.
Pelatihan tersebut mencakup pengolahan makanan, kebersihan lingkungan kerja, hingga pemahaman standar operasional yang berlaku.
BACA JUGA: Program MBG Belum Terealisasi di Mahulu, Wabup: Kami Tidak Tahu Masalahnya Apa