Pekan Pertama Sekolah, Penjualan Seragam Tetap Tinggi di Tengah Program Seragam Gratis
Orangtua siswa menemani putranya mencoba seragam sekolah baru di Toko Pelajar, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Samarinda.-(Disway Kaltim/ Mayang Sari)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Memasuki hari keempat pelaksanaan tahun ajaran 2026/2027, penjualan seragam sekolah di Kota Samarinda masih menunjukkan tren peningkatan.
Sejumlah toko perlengkapan sekolah masih dipadati orang tua yang melengkapi kebutuhan anak, baik karena baru memiliki waktu berbelanja maupun harus mengganti seragam yang sudah tidak lagi sesuai ukuran.
Salah satu toko yang mengalami lonjakan pembeli ialah Toko Pelajar di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda. Toko yang telah beroperasi sejak 1970 itu, mencatat peningkatan penjualan sekitar 70 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Pemilik Toko Pelajar, Lita (39), mengatakan ramainya pembeli mulai terlihat sekitar sepekan terakhir dan masih berlanjut hingga Kamis, 16 Juli 2026.
BACA JUGA: Seragam Gratis Belum Disalurkan saat Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Kaltim Sebut Masih Validasi Data
"Naiknya sekitar 70 persen dibanding hari biasa. Ramainya mulai sekitar satu minggu terakhir dan sampai sekarang masih banyak yang datang membeli seragam," ujarnya saat ditemui.
Menurut Lita, peningkatan permintaan tidak hanya terjadi menjelang hari pertama sekolah, tetapi juga masih berlangsung setelah kegiatan belajar mengajar dimulai. Banyak orang tua baru melengkapi kebutuhan sekolah setelah anak kembali masuk kelas atau mengetahui seragam lama sudah tidak lagi muat.
"Memang setiap tahun seperti ini. Setelah sekolah mulai masuk juga masih banyak yang datang belanja," jelas Lita.
Momentum awal tahun ajaran baru menjadi masa paling sibuk bagi pelaku usaha perlengkapan sekolah. Penjualan berbagai kebutuhan sekolah meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan biasa.
BACA JUGA: Disdik Berau Siapkan Rp16 Miliar untuk Seragam Gratis 11.717 Siswa Baru
Lita mengatakan, produk yang paling banyak dicari meliputi seragam putih, celana, rok, pakaian lengan panjang, serta perlengkapan seperti dasi, ikat pinggang, topi, dan kaus kaki untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Menurutnya, pola belanja masyarakat juga mulai berubah. Orang tua siswa baru, umumnya membeli perlengkapan sekolah secara lengkap, sedangkan mereka yang anaknya hanya naik kelas lebih banyak mengganti seragam yang sudah sempit atau rusak.
"Kalau siswa baru biasanya belinya lengkap. Tapi kalau yang naik kelas, kebanyakan cuma ganti yang sudah tidak muat," ujarnya.
Lita juga melihat permintaan ukuran seragam yang lebih besar, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, tokonya menyediakan ukuran hingga 36 bahkan 38 untuk siswa SMP dan SMA.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
