“Biasanya ditandai badan terasa sangat panas, kulit kering, pusing berat, mual, sampai ada yang hampir pingsan atau tidak sadar. Kalau sudah begitu harus segera dibawa untuk mendapat penanganan medis,” jelasnya.
BACA JUGA: BPBD Catat 51 Titik Panas di Berau, Waspada Karhutla!
BACA JUGA: Iklim 2026 Diprediksi Stabil, BMKG Tetap Ingatkan Risiko Banjir, Karhutla dan DBD
Dinkes Berau juga memberi perhatian khusus kepada masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, maupun penyakit pernapasan.
Cuaca panas, kata Lamlay dapat memperparah kondisi kesehatan penderita penyakit tersebut apabila tidak menjaga aktivitas selama suhu udara tinggi.
Sebagai langkah pencegahan, Lamlay menghimbau warga untuk mengurangi aktivitas berat di bawah terik matahari, terutama pada rentang waktu siang hingga sore hari.
Penggunaan pakaian yang ringan dan menyerap keringat, menjaga waktu istirahat, serta konsumsi makanan bergizi juga dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
BACA JUGA: Ekspor Ikan ke Luar Negeri Lesu, Nelayan Berau Mengeluh
BACA JUGA: Penerbangan Sering Delay, Pemkab Berau Akan Panggil Manajemen Sejumlah Maskapai
Selain itu, Lamlay menyarankan masyarakat untuk rutin mengkonsumsi air putih minimal delapan gelas per hari untuk mencegah tubuh mengalami kekurangan cairan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak menunggu sampai kondisi tubuh drop. Kalau mulai muncul gejala akibat kepanasan, segera beristirahat dan periksa ke fasilitas kesehatan apabila keluhan berlanjut,” kata Lamlay.
Melalui imbauan tersebut, Dinkes berharap masyarakat lebih memperhatikan kesehatan selama cuaca panas masih berlangsung, sehingga risiko penyakit akibat suhu ekstrem dapat diminimalkan.