Banjir Rendam 9 Kampung di Tering Kutai Barat, Ribuan Warga Terdampak
Kondisi banjir di Kecamatan Tering, Kutai Barat akibat Sungai Mahakam meluap.-Eventius/Nomorsatukaltim-
KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tering.
Sejumlah perangkat daerah diterjunkan langsung ke lapangan untuk memastikan proses penanganan, evakuasi, hingga distribusi bantuan kepada warga terdampak banjir di Tering dapat berjalan maksimal.
Asisten Ekonomi, Pembangunan dan SDA Kutai Barat, Ali Sadikin, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi terpadu sejak awal untuk meminimalisir dampak bencana terhadap masyarakat.
Penanganan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor dengan melibatkan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan.
BACA JUGA: Banjir Kiriman dari Hulu Mahakam Rendam Permukiman di Kutai Barat, Warga Mulai Amankan Barang-barang
“Pemerintah daerah telah melakukan langkah penanganan cepat melalui sinergi sejumlah perangkat daerah sejak pagi hari. Semua lini bergerak bersama demi keselamatan warga,” ujar Ali Sadikin, Rabu, 20 Mei 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah, banjir di Kecamatan Tering saat ini menggenangi 9 kampung.
Kampung tersebut, yakni Kampung Muyub Ulu, Kampung Tukul, Kampung Gabung Baru, Kampung Tering Baru, dan Kampung Linggang Jelemuq.
Lalu, Kampung Tering Lama, Kampung Linggang Muyub Ilir, Kampung Linggang Tering Seberang dan Kampung Tering Lama Ulu.
BACA JUGA: Sungai Mahakam Meluap, Permukiman dan Sekolah di Mahulu Terendam Banjir
Musibah tersebut berdampak terhadap 1.513 kepala keluarga atau sekitar 5.743 jiwa, sementara jumlah rumah warga terdampak mencapai 1.340 unit.
Ali Sadikin menjelaskan, pemerintah daerah masih terus melakukan pemetaan dan pemantauan kondisi di lapangan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Sejumlah kebutuhan darurat juga telah dipersiapkan apabila kondisi banjir semakin meluas dan memaksa warga mengungsi.
“Berdasarkan pemetaan dan pendataan serta pemantauan di lapangan, nantinya akan diambil langkah penanganan selanjutnya, di antaranya penyaluran bantuan logistik dan pembangunan tenda pengungsian hingga pembangunan dapur umum apabila ada warga terdampak yang mengungsi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
