Bankaltimtara

Cuaca Panas Ekstrem Mulai Ancam Kesehatan Warga Berau, Dinkes Ingatkan Risiko Heat Stroke

Cuaca Panas Ekstrem Mulai Ancam Kesehatan Warga Berau, Dinkes Ingatkan Risiko Heat Stroke

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie -Maulidia Azwini/ Nomorsatukaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Gelombang panas yang dalam beberapa waktu terakhir melanda Kabupaten Berau mulai menjadi perhatian serius dinas kesehatan.

Suhu udara yang pada siang hari sempat mencapai kisaran 37 derajat Celcius dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi cuaca yang terasa lebih terik dari biasanya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar.

Situasi tersebut dapat berujung pada dehidrasi hingga penurunan daya tahan tubuh apabila tidak diantisipasi sejak dini.

BACA JUGA: Dinkes Paser Waspadai Lonjakan Penyakit di Tengah Ancaman El Nino

BACA JUGA: Ancaman El Nino Mengintai, Disdamkarmat Berau Usulkan Pengadaan Fire Boat

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie mengatakan, kelompok masyarakat seperti pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil hingga lanjut usia menjadi pihak yang paling rentan terdampak suhu panas berkepanjangan.

Menurutnya, saat cuaca ekstrem terjadi, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil. Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi, kondisi fisik seseorang dapat menurun dengan cepat.

“Kalau terlalu lama kena panas, tubuh bisa cepat kekurangan cairan dan gampang drop. Jadi masyarakat harus lebih hati-hati, terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu dampak yang perlu diantisipasi adalah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas.

BACA JUGA: Damkar Berau Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi El Nino Godzilla

BACA JUGA: Gangguan Cuaca dan El Nino Picu Panas di Samarinda, BMKG Waspadai Kekeringan dan Karhutla

Kondisi tersebut biasanya ditandai tubuh terasa lemas, pusing, hingga mual setelah terlalu lama terpapar suhu tinggi.

Apabila tidak segera ditangani, gangguan itu dapat berkembang menjadi heat stroke yang jauh lebih berbahaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: