Dahlan Iskan: Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis

Rabu 06-05-2026,10:03 WIB
Editor : Hariadi

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, mengatakan pengalaman manajerial Dahlan Iskan layak menjadi bahan pembelajaran di lingkungan akademik, khususnya dalam studi manajemen dan kepemimpinan.

BACA JUGA: Rintihan Ibu Mandala: Kami Bahkan Tak Mampu Beli Baju Sendiri

BACA JUGA: Sepatu Kekecilan Renggut Nyawa Siswa SMK, Disdikbud Kaltim Minta Sekolah Peka Kondisi Siswa

“Transformasi yang dilakukan Pak Dahlan di PLN bisa dikaji dengan pendekatan teori-teori manajemen. Pengalaman empiris di dunia bisnis akan memperkaya khasanah keilmuan di bidang manajemen,” kata Didik.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara maju. 

Menurutnya, jumlah doktor menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong inovasi dan daya saing ekonomi nasional.

“Ciri negara maju memiliki lebih 1 persen dari total penduduknya doktor. Mengapa harus doktor? Untuk mendorong inovasi dan daya saing ekonomi. Doktor bukan sekadar akademisi, tetapi Peneliti di industri (R&D), policy designer di pemerintah, dan juga konsultan strategis. Negara dengan banyak doktor cenderung tinggi belanja R&D, tinggi produktivitas dan cepat adaptasi teknologi,” katan Didik.

BACA JUGA: Kaltim: Sepatu Sekolah yang Kekecilan vs Parade Hedonisme Pejabat yang Ugal-ugalan

BACA JUGA: Demo Sopir Truk di Balikpapan: Mengeluh Antre Solar 3 Hari, Hingga Barcode Dipakai Orang Lain

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Ahmad Badawi Saluy, menilai kehadiran tokoh bisnis dan pemerintahan seperti Dahlan Iskan penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa melalui pengalaman empiris di dunia nyata.

“Karena ilmu manajemen itu pada akhirnya diterapkan dalam dunia bisnis dan pemerintahan,” kata Badawi.

Kategori :