Rintihan Ibu Mandala: Kami Bahkan Tak Mampu Beli Baju Sendiri
Kondisi rumah almarhum Mandala Rizky Syahputra. Foto insert: Ratnasari-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Gang sempit di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang 2 Blok C Samarinda tampak lengang siang itu. Deretan rumah kayu berdiri rapat, nyaris tanpa jarak, dengan jalan kecil yang bahkan membuat 2 sepeda motor sulit berpapasan.
Di salah satu rumah sederhana bercat kusam, keluarga mendiang Mandala Rizky Syahputra (16) kini menjalani hari-hari yang terasa jauh lebih sunyi setelah kehilangan anak laki-laki yang selama ini menjadi kebanggaan mereka.
Rumah itu hanya sepetak. Lantainya sederhana, dinding kayunya mulai menua, dan ruang di dalamnya terasa penuh oleh barang-barang seperlunya.
Namun di tempat itulah Ratnasari membesarkan anak-anaknya, termasuk Mandala, dengan segala keterbatasan yang selama ini tak banyak diketahui orang.
BACA JUGA: Sepatu Kekecilan Renggut Nyawa Siswa SMK, Disdikbud Kaltim Minta Sekolah Peka Kondisi Siswa
Di tengah suasana duka, Ratnasari justru harus menghadapi komentar warganet yang menilai penampilannya terlihat rapi.
Sebagian mempertanyakan bagaimana seorang ibu yang dianggap mampu berpakaian baik justru disebut tidak mampu membelikan sepatu untuk anaknya.
Ratnasari menghela napas panjang saat mendengar tudingan itu. Matanya berkaca-kaca, suaranya beberapa kali tertahan.
“Baju yang kami pakai ini semuanya pemberian orang. Tidak ada yang kami beli sendiri. Kalau ada orang kasih, kami ambil semua. Karena kami juga ingin terlihat seperti orang lain, pakai baju yang berganti-ganti,” ucapnya.
BACA JUGA: 4.000 Siswa SMA/SMK/MA di Berau Terima Seragam Gratis dari Program Gratispol
Baginya, pakaian hanyalah lapisan luar yang sering menipu pandangan. Orang melihat keluarga itu dari kejauhan, tetapi tak pernah benar-benar masuk dan mengetahui kehidupan yang dijalani di dalam rumah kecil tersebut.
“Untuk beli baju saja kami sebenarnya tidak bisa. Jadi jangan nilai hanya dari yang terlihat. Orang tidak tahu kehidupan kami seperti apa,” katanya.
Di salah satu sudut rumah, Ratnasari masih menyimpan pakaian milik anak-anaknya, termasuk baju pemberian teman yang pernah diterima saudari Mandala. Barang-barang sederhana itu kini terasa jauh lebih berarti setelah kepergian anaknya.
Kesedihan Ratnasari semakin dalam setiap kali membicarakan Mandala. Dia mengaku penyesalan sebagai seorang ibu akan terus dibawanya sepanjang hidup.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: