Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan dokter spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) yang dibutuhkan untuk mengoperasikan layanan CathLab secara optimal.
BACA JUGA: Kutim Gelar PPID Award, RSUD Kudungga dan Disdikbud Raih Nilai Sempurna
BACA JUGA: RSUD Kudungga Terakreditasi Paripurna, David: Pelayanannya Juga Harus Paripurna
Keberadaan CathLab dinilai sangat penting dalam menekan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke di Kutim. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam menyelamatkan pasien dengan kondisi tersebut.
“Tujuan alat ini bagaimana bisa menurunkan angka kematian akibat serangan jantung dan stroke. Kalau penanganannya terlambat, bisa membahayakan nyawa,” jelasnya.
Sebelumnya, tim dari BPJS Kesehatan Kantor Wilayah Samarinda juga telah melakukan visitasi untuk meninjau kesiapan RSUD Kudungga dalam menghadirkan layanan ini. Hasil visitasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam proses kerja sama ke depan.
Saat ini, RSUD Kudungga tinggal menunggu keputusan dari BPJS Kesehatan pusat terkait persetujuan kerja sama layanan CathLab. Jika disetujui, maka masyarakat Kutim dapat menikmati layanan ini tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
BACA JUGA: Rencana Hilirisasi CPO ke Biodiesel, Pemkab Kutim Siapkan KEK Maloy jadi Basis Industri Sawit
BACA JUGA: Pengalihan BPJS Mendadak Picu Kekhawatiran, Pemkab Kutim Minta Dikaji Ulang
Sebagai informasi, biaya tindakan kateterisasi jantung dapat mencapai jutaan rupiah, bahkan minimal sekitar Rp7 juta. Dengan hadirnya CathLab di RSUD Kudungga dan dukungan BPJS Kesehatan, layanan ini diharapkan bisa diakses lebih luas oleh masyarakat tanpa beban biaya berlebih.