“Dapur tidak hanya soal memasak dan menyajikan makanan bergizi, tapi juga bagaimana limbahnya dikelola dengan aman agar tidak mencemari lingkungan,” jelas Dwi.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan.
Pengelolaan limbah yang baik dinilai penting untuk menjaga kualitas air dan kesehatan masyarakat sekitar. Ke depan, pengawasan terhadap seluruh SPPG akan diperketat.
BACA JUGA: 11 SPPG di Balikpapan Belum Urus Dokumen Pengolahan Limbah, DLH Minta Jangan Tunggu Teguran
Hanya dapur yang benar-benar memenuhi standar yang akan diizinkan beroperasi.
"Harapannya program MBG tidak hanya memberi manfaat dari sisi gizi, tetapi juga menjadi contoh praktik layanan publik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan," ucapnya. (*)