BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sudah dua yang kembali aktif.
Beberapa waktu lalu, Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Timur menutup sembilan SPPG di Kota Taman. Alasannya, karena ada beberapa izin yang belum terpenuhi.
Koordinator BGN Bontang, Dwi Surya Saputra mengatakan, tujuh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini, izinnya masih proses. Karena harus memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Mudah-mudahan selesai bulan ini,” kata Dwi, Kamis, 16 April 2026.
BACA JUGA: Kini Terdapat 4 SPPG di PPU yang Ditangguhkan Akibat IPAL Bermasalah
Sebelumnya, sembilan SPPG di Bontang dihentikan sementara operasionalnya di waktu yang berbeda.
Penyebabnya bukan karena kekurangan bahan pangan atau tenaga, melainkan karena aspek penting yang sering luput dari perhatian yakni pengelolaan limbah.
Oleh karena itu, lanjut Dwi, BGN memberikan waktu selama 14 hari kepada seluruh dapur untuk melengkapi persyaratan tersebut.
Dari hasil evaluasi, dua dapur dinyatakan telah memenuhi standar dan siap beroperasi, yakni SPPG Telihan dan SPPG Berbas Tengah 2.
BACA JUGA: Sempat Dihentikan Sementara, 1 dari 3 SPPG di Paser Segera Beroperasi Lagi
Selain itu, lima dapur lainnya juga telah menyelesaikan persyaratan IPAL sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.
Saat ini, kelima dapur tersebut tengah dalam tahap persiapan sebelum kembali beroperasi. “Rencananya, lima dapur dibuka pada Senin, 20 April 2026,” tambahnya.
Sedangkan dua dapur lainnya, masih dalam tahap pembenahan fasilitas IPAL.
Sesuai arahan BGN pusat tidak akan memberikan kelonggaran jika standar belum terpenuhi.
BACA JUGA: SPPG Polres PPU Disetop, 1.189 Siswa SD hingga SMA Terdampak