Ia menjelaskan, status jalan Tering–Ujoh Bilang tergolong sebagai jalan non-status, sehingga pembiayaannya dapat melibatkan berbagai pihak.
"Ini jalan non-status, jadi APBN bisa masuk, provinsi bisa, kabupaten juga bisa. Makanya dikerjakan bersama," jelasnya.
Meski demikian, Ekti mengakui bahwa efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
"Dengan efisiensi anggaran, tentu kemampuan pembiayaan terbatas. Ini berpengaruh pada kecepatan penyelesaian jalan yang panjangnya cukup besar," imbuhnya.
BACA JUGA: Catatan Perjalanan: Sisa Sedikit Lagi, Jalur Kubar-Mahulu Mulus Total
Ia menilai, pembangunan jalan di Mahakam Ulu tidak berhenti pada ruas Tering-Ujoh Bilang saja. Masih terdapat kebutuhan peningkatan jalan lanjutan yang cukup panjang dan menantang.
"Dari Ujoh Bilang ke Long Pahangai itu sekitar 100 kilometer dan kondisinya masih cukup berat. Ini tentu juga perlu dukungan APBN,"ujarnya.
Selain itu, masih ada lanjutan ruas dari Long Pahangai menuju Long Apari sepanjang sekitar 60 kilometer yang juga membutuhkan perhatian serius.
"Kalau itu nanti selesai, dari Long Pahangai ke Long Apari masih ada sekitar 60 kilometer lagi. Jadi memang masih panjang sekali pekerjaan untuk Mahakam Ulu," kata Ekti.
BACA JUGA: Keluh Kesah Pengendara yang Melintas Jalan Kubar-Mahulu: "Sakit-sakitan di Jalan"
Meski pekerjaan masih panjang, ia memastikan pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius terhadap pembangunan akses jalan di wilayah tersebut.
"Gubernur dan Wakil Gubernur fokus membantu pembangunan jalan Tering ke Ujoh Bilang ini juga," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan, bahwa pemerintah tetap menargetkan penyelesaian ruas jalan tersebut pada 2027.
"Target kita 135 kilometer itu rampung di tahun 2027. Sekarang progresnya sudah lebih dari setengah," ujar Seno.
BACA JUGA: Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji Buka Bersama di Mahulu, Bupati Curhat Soal Pembangunan Infrastruktur
Ia menjelaskan, hingga saat ini pembangunan telah mencapai sekitar 80 hingga 90 kilometer, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan bertahap.