JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H, Afghanistan dan Pakistan sepakat menghentikan sementara pertempuran di perbatasan.
Kesepakatan ini diumumkan pada Rabu malam, 18 Maret 2026 waktu setempat, dan mulai berlaku pada malam yang sama.
"Pasukan keamanan dan pertahanan Emirat Islam Afghanistan dengan ini mengumumkan penangguhan sementara 'Operasi Pertahanan (Rad-ul Zulm)' menjelang hari raya Idul Fitri," tulis juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabiullah Mujahid melalui media sosial X.
Pakistan juga menyatakan akan menghentikan serangan terhadap Afghanistan selama masa Idulfitri. Namun, mereka memperingatkan akan kembali melakukan operasi jika terjadi serangan lintas batas atau insiden teroris.
BACA JUGA: Rencana Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza Ditunda, Pemerintah Tunggu Situasi Aman
BACA JUGA: Drone Iran Serang Bandara Internasional Dubai dan Fasilitas Minyak UEA
"Pakistan menawarkan isyarat ini dengan itikad baik dan sesuai dengan norma-norma Islam. Namun, jika terjadi serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden teroris apa pun di dalam Pakistan, 'Operasi Ghazab-lil-Haq' akan segera dilanjutkan dengan intensitas yang diperbarui," kata Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar.
Keputusan ini dibuat setelah mediasi dari Arab Saudi, Turki, dan Qatar. Afghanistan menyampaikan terima kasih atas niat baik negara-negara mediator, namun menegaskan kesiapan merespons setiap ancaman.
Terpisah, PBB menyambut baik jeda pertempuran ini. Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, berharap jeda ini bisa diperpanjang.
"Jadi, (jeda) ini sejalan dengan (seruan) itu. Dan kami berharap agar penangguhan selama Idul Fitri dapat diperpanjang," ujarnya, dikutip dari Antara.
BACA JUGA: Markas UNIFIL di Lebanon Diserang, Iran Bersumpah Tak akan Menyerah
BACA JUGA: Perang Pakistan-Afghanistan Pecah, WNI Diminta Batasi Perjalanan
Ketegangan antara kedua negara meningkat beberapa minggu terakhir. Pakistan meluncurkan operasi militer menanggapi penembakan oleh Afghanistan, sementara Afghanistan membalas dengan menyerang basis militan di wilayah Pakistan.
Meski begitu, jeda pertempuran ini diharapkan memberi kesempatan bagi warga di kedua negara untuk merayakan Idulfitri dengan lebih aman.
Ini juga bisa menjadi momentum menurunkan ketegangan di perbatasan yang sudah berlangsung berbulan-bulan.