Warga Samarinda Diimbau Bayar Zakat Lebih Awal di Islamic Center, Bisa Pakai QRIS
Warga Samarinda membayar zakat melalui pos UPZ Islamic Center pada H-2 Idulfitri 1447 Hijriah.-(Disway Kaltim/ Mayang)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur (Kaltim), mulai melaksanakan penerimaan hingga penyaluran zakat sejak hari ke-16 Ramadan 1447 Hijriah atau pada awal Maret 2026.
Ketua UPZ Islamic Center Kaltim, Muhammad Ilmi, menjelaskan, pelaksanaan tahun ini membawa sejumlah pembaruan untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat.
"Sejak 16 Ramadan kami sudah membuka penerimaan zakat, baik zakat fitrah, zakat maal, termasuk infak dan sedekah," ujar Ilmi saat ditemui di kawasan Islamic Center Samarinda, Rabu (18/3/2026).
Ia menerangkan, layanan penerimaan zakat disiapkan di 2 titik utama, yakni pos Menara Asmaul Husna dan pos di area klinik belakang Islamic center. Kedua lokasi tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat, yang ingin menyalurkan zakat secara langsung selama Ramadan.
BACA JUGA: Potensi Zakat Rp920 Miliar, Baznas Kutim Salurkan Zakat kepada 28 Ribu Mustahik di 18 Kecamatan
Selain layanan tatap muka, UPZ Islamic Center juga menghadirkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS. Inovasi ini memberi alternatif bagi masyarakat, yang tidak membawa uang tunai saat berkunjung ke lokasi.
"Sekarang sudah dilengkapi sistem QRIS. Muzaki cukup memindai barcode untuk menunaikan zakat. Ini memudahkan dan lebih aman," jelasnya.
Penerapan sistem digital tersebut, dinilai membantu meningkatkan kenyamanan. Sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat, yang semakin terbiasa menggunakan transaksi elektronik.
Di sisi lain, proses penyaluran zakat juga mulai berjalan. Tahap awal difokuskan pada tiga kelurahan yang berada di sekitar kawasan Islamic Center, yakni Karang Asam Ilir, Karang Anyar, dan Teluk Lerong Ulu.
BACA JUGA: Berau Coal Salurkan Zakat Korporasi dan Karyawan Rp2 Miliar Lebih Melalui Baznas Berau
"Penyaluran sudah dilakukan kepada mustahik di tiga kelurahan itu. Dalam satu sampai dua hari ke depan, distribusi akan terus dilanjutkan," jelas Ilmi.
Ia menambahkan, bantuan dalam bentuk beras tengah disiapkan. Serta akan segera disalurkan kepada masyarakat, yang memenuhi kriteria sebagai penerima zakat sesuai ketentuan syariat atau disebut Mustahik.
Meski distribusi telah berjalan, jumlah orang yang membayar zakat atau muzaki, yang menunaikan zakat hingga saat ini belum mencapai puncak. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan signifikan selalu terjadi menjelang akhir Ramadan.
"Kalau dihitung secara persentase, saat ini mungkin baru sekitar 20 sampai 30 persen dari total keseluruhan. Biasanya paling banyak itu di hari-hari terakhir sampai malam takbiran," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
