Bankaltimtara

Lengkap! Lokasi Shalat Ied di Samarinda 2026, Ada 14 Titik Disiapkan Muhammadiyah

Lengkap! Lokasi Shalat Ied di Samarinda 2026, Ada 14 Titik Disiapkan Muhammadiyah

Daftar lengkap lokasi Shalat Ied Muhammadiyah di Kota Samarinda.-(Ist./ Dok. Muhammadiyah)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Denyut perayaan Idulfitri di Kota Tepian mulai terasa lebih awal setelah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. 

Keputusan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan pelaksanaan salat Id di berbagai daerah, termasuk di Samarinda.

Menindaklanjuti ketetapan tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Samarinda bergerak cepat dengan menyiapkan 14 titik lokasi salat Idulfitri yang tersebar di sejumlah kecamatan. 

Penyebaran ini dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya jamaah sekaligus memberi kemudahan akses bagi masyarakat agar dapat beribadah lebih nyaman.

BACA JUGA: Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret 2026, Begini Pertimbangan Pemerintah

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah, dalam menghadirkan pelaksanaan ibadah yang tertib, terorganisir. Serta tetap mengedepankan nilai kebersamaan, di tengah potensi perbedaan penetapan hari raya di Indonesia.

Ketua PDM Kota Samarinda, Damingun, mengajak umat Islam menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai spiritual yang telah ditempa selama bulan Ramadhan. 

Ia menilai, esensi hari kemenangan tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan terletak pada keberlanjutan amal dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

"Kemenangan bukan sekadar perayaan, melainkan bagaimana nilai-nilai Ramadhan tetap hidup dalam keseharian kita," ujarnya saat dihubungi Kamis, 19 Maret 2026.

BACA JUGA: Posisi Hilal dari Balikpapan di Bawah Kriteria, Kemenag Tunggu Sidang Isbat Tentukan Lebaran 1447H

Menurut Damingun, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial harus terus dijaga bahkan setelah Ramadhan usai. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam berbuat baik sebagai cerminan keberhasilan menjalani ibadah puasa.

"Idulfitri adalah titik awal, bukan garis akhir. Dari sinilah kita diuji, apakah mampu menjaga kualitas ibadah dan akhlak yang telah dibangun selama Ramadhan," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap situasi sosial di sekitarnya. Dalam kondisi yang dinamis, kata dia, potensi gangguan seperti bencana alam, tindak kriminal, hingga penyebaran informasi palsu perlu diwaspadai bersama.

"Kita perlu lebih peduli dengan kondisi sekitar. Jangan mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, karena bisa merusak persatuan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait