KUBAR, NOMORSATUKALTIM– DPRD Kutai Barat menyoroti pentingnya penguatan pasar tradisional sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya persaingan dengan pasar modern dan menjelang momen hari besar keagamaan.
Anggota Komisi II DPRD Kutai Barat, Rita Asmara Dewi menegaskan, bahwa pasar tradisional memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pasar tradisional harus diperkuat agar tetap mampu bersaing dan terus menjadi pusat ekonomi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Menurut Rita, pasar tradisional selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat karena menjadi tempat utama bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam menjalankan aktivitas usahanya.
BACA JUGA: Harga Ayam di Pasar Barong Tongkok Kutai Barat Masih Stabil Jelang Idulfitri
Selain sebagai tempat transaksi, pasar juga menjadi ruang interaksi sosial yang memiliki nilai lebih dibandingkan pasar modern.
Ia menilai, penguatan pasar tradisional tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi, termasuk peningkatan kualitas produk serta strategi pemasaran yang lebih efektif.
“Penguatan pasar tradisional juga perlu disertai dengan upaya promosi terhadap produk-produk lokal agar dapat lebih dikenal dan diminati masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Rita menekankan bahwa kualitas dan konsistensi produk lokal menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing di pasar.
BACA JUGA: Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Mulai Naik Jelang Idulfitri, Cabe Paling Mencolok
Tanpa adanya standar kualitas yang baik, produk lokal akan sulit bersaing dengan produk dari luar daerah yang lebih dulu menguasai pasar.
“Selain promosi, peningkatan kualitas dan konsistensi hasil produk lokal juga sangat penting untuk mendukung daya saing di pasar,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Menurutnya, langkah ini menjadi sangat krusial terutama menjelang hari besar keagamaan, ketika permintaan masyarakat meningkat signifikan.
BACA JUGA: Libur Lebaran, Dispar Kubar Siapkan Pengelolaan Wisata Jantur Inar