Bankaltimtara

Harga Ayam di Pasar Barong Tongkok Kutai Barat Masih Stabil Jelang Idulfitri

Harga Ayam di Pasar Barong Tongkok Kutai Barat Masih Stabil Jelang Idulfitri

Pedagang daging di Pasar Barong Tongkok, Kutai Barat.-Eventius/Nomorsatukaltim-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga ayam potong di Pasar Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, masih terpantau stabil.

Kondisi ini memberi sedikit kelegaan bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Lebaran.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga ayam potong masih berada dalam kisaran normal. Para pedagang menyebut belum ada lonjakan signifikan, meski permintaan perlahan mulai meningkat seiring mendekatnya hari raya.

Salah satu pedagang ayam potong, Andi, mengungkapkan, bahwa harga saat ini masih bertahan di angka Rp48 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Harga Lima Komoditas di Bontang Naik, Pemkot Waspadai Potensi Inflasi

BACA JUGA: 70–80 Persen Pasokan Bergantung Luar Daerah, Harga Pangan Kaltim Sensitif Jelang Lebaran

Ia menyebut kondisi tersebut merupakan hal yang biasa terjadi pada pertengahan bulan puasa.

“Harga masih normal, belum ada kenaikan. Sekarang sekitar Rp48 ribu per kilogram, ini memang harga standar di pertengahan Ramadan,” ujarnya saat ditemui di Pasar Barong Tongkok, Selasa, 17 Maret 2026.

Meski demikian, ia memperkirakan harga ayam potong akan mengalami kenaikan dalam beberapa hari menjelang Lebaran. Hal tersebut, menurutnya, sudah menjadi pola yang terjadi hampir setiap tahun.

“Biasanya sehari atau dua hari sebelum Lebaran harga mulai naik. Bisa sampai Rp53 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Mulai Naik Jelang Idulfitri, Cabe Paling Mencolok

BACA JUGA: Jelang Lebaran Idulfitri, Harga Daging Sapi di Samarinda Mengalami Kenaikan Signifikan

Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang membutuhkan ayam untuk berbagai keperluan, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga acara keluarga dan tradisi hari raya.

Selain itu, faktor pasokan dari agen atau distributor juga turut memengaruhi harga di tingkat pedagang. Jika harga dari pemasok naik, maka pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual di pasar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: