SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei tewas setelah mendapat serangan rezim zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi meninggalnya pemimpin Ayatollah Ali Khamenei. Bahkan, presenter TV sempat menitikkan air mata sembari mengabarkan berita duka tersebut.
Iran akan memasuki 40 hari berduka atas meninggalnya Khamenei, dikutip dari BBC International, Minggu (1/3/2026), berdasarkan laporan media pemerintah Iran.
Di tengah suasana berkabung selama 40 hari, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah siapa suksesor Ali Khamanei selanjutnya?
Profil Ali Khamenei
Ali Khamenei adalah tokoh sentral dalam politik dan agama di Iran yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.
BACA JUGA:Rumah Ayatollah Ali Khamenei Diincar Israel dan Amerika, Trump Janji Serang dari Segala Penjuru
Ia merupakan orang paling berpengaruh di negara tersebut, memegang otoritas absolut di atas presiden dan parlemen.
Memiliki nama lengkap Sayyid Ali Hosseini Khamenei, ia lahir pada 19 April 1939 (beberapa sumber menyebut Juli 1939) di Mashhad, Iran. Sebelum mendapat gelar ayatullah, ia didaulat gelar Hujjatul Islam.
Perjalanan karir politik Ali Khamenei tidak jauh-jauh dari warisan ayahnya, Ayatullah Ali Khomeini, bapak revolusi Islam Iran.
Ia merupakan murid setia ayahnya Ayatullah Khomeini dan aktif menentang rezim Shah Iran (Mohammad Reza Pahlavi), yang membuatnya sempat dipenjara beberapa kali.
Setelah rezim shah tumbang, Khamenei pernah menjaba sebagai Presiden ketiga Iran pada 1981–1989. Pada periode ia memimpin, Khamenei menjadi saksi atas perang Irak-Iran.
Ia mendapat gelar pemimpin tertinggi pada 1989 setelah kematian Khomeini pada tahun yang sama.
BACA JUGA:Iran Balas Serangan Israel-Amerika, 1 Orang di Abu Dhabi Dilaporkan Tewas
Khamenei ditunjuk sebagai penerusnya. Ia memegang jabatan ini selama kurang lebih 36 tahun, menjadikannya pemimpin terlama di Timur Tengah pada saat kematiannya.