Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dirudal, Siapa Pengganti Selanjutnya?

Minggu 01-03-2026,12:18 WIB
Reporter : Baharunsyah
Editor : Baharunsyah

Siapa suksesor Khamenei selanjutnya?

Kematian Ayatullah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel telah menciptakan situasi darurat di Iran.

Karena ia tidak menunjuk penerus tunggal secara terbuka sebelum wafatnya, berikut adalah mekanisme penggantian dan beberapa kandidat yang dirumorkan sempat muncul:

1. Kepemimpinan Transisi (Dewan Sementara)

Sesuai dengan Konstitusi Iran, untuk mencegah kekosongan kekuasaan, sebuah Dewan Kepemimpinan Sementara dibentuk paska meninggalnya Khamenei, untuk menjalankan tugas sehari-hari hingga pemimpin baru dipilih. 

Dewan ini terdiri dari: Masoud Pezeshkian, Presiden Iran saat ini, Gholamhossein Mohseni Ejei, Kepala Kehakiman Iran, dan seorang anggota dari Dewan Wali yang dipilih oleh Dewan Penasihat .

BACA JUGA:Iran Kecam Serangan AS dan Israel, Ancam Balasan Tegas serta Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak

2. Kandidat Utama Pengganti

Majelis Ahli yang terdiri dari 88 orang ulama senior bertanggung jawab memilih Pemimpin Tertinggi yang baru.

Beberapa nama yang paling santer dibicarakan adalah:

Mojtaba Khamenei (Putra Kedua Ali Khamenei): Ia dianggap sebagai kandidat terkuat karena pengaruh besarnya di balik layar dan kedekatannya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Namun, pencalonannya akan kontroversial karena ayahnya pernah menyatakan bahwa "pemerintahan turun-temurun tidak Islami."

Alireza Arafi: Ulama senior yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ahli dan anggota Dewan Wali. Ia dipandang sebagai tokoh yang sangat setia pada garis politik Khamenei.

Sadiq Larijani: Mantan Kepala Kehakiman dan tokoh politik berpengaruh. Meskipun sempat kehilangan sebagian pengaruhnya dalam beberapa tahun terakhir, ia tetap menjadi pemain kunci di lingkaran elit ulama.

Hassan Khomeini: Cucu dari pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Ia mewakili faksi yang sedikit lebih moderat, namun sering dijegal oleh Dewan Wali dalam proses politik sebelumnya.

Reza Pahlevi Mulai Berkoar-koar

Putra mendiang Shah Iran yakni Reza Pahlavi menyatakan bahwa Republik Islam Iran telah berakhir. Hal ini menyusul laporan mengenai terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Kategori :