KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menargetkan Sekolah Rakyat bisa mulai beroperasi tahun ini.
Untuk mendukung target percepatan tersebut, Pemkab akan memanfaatkan gedung milik STIPER sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengatakan bahwa kesiapan gedung menjadi langkah awal agar Sekolah Rakyat bisa segera berjalan tanpa harus menunggu pembangunan gedung baru.
“Kita gedungnya sudah siap. Rencananya kita gunakan gedung STIPER. Tadi sudah bicara dengan Pak Ketua Yayasan STIPER, ada satu prodi yang akan digabungkan dengan prodi lain dan gedung itu kita pakai untuk Sekolah Rakyat,” ujarnya saat diwawancara, Kamis 26 Februari 2026.
BACA JUGA: Pemkab Kutim Kejar Persyaratan demi Dapatkan Progam Sekolah Rakyat
Menurutnya, komunikasi dengan pihak yayasan berjalan lancar. Salah satu program studi di STIPER akan direlokasi dan ruang yang tersedia dimanfaatkan untuk kebutuhan Sekolah Rakyat yang tengah dipersiapkan.
Mahyunadi menegaskan, target operasional dipatok pada tahun ajaran baru tahun ini.
Ia berharap seluruh persiapan bisa dirampungkan dalam waktu dekat agar tidak kehilangan momentum penerimaan siswa.
“Targetnya mudah-mudahan tahun ajaran baru ini sudah bisa berjalan. Karena kalau lewat, kita harus menunggu tahun ajaran baru tahun depan,” tegasnya.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat Berasrama di Kutim Ditargetkan Tampung 1.500 Siswa
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat tersebut akan membuka masing-masing satu rombongan belajar untuk jenjang SMP dan SMA. Setiap jenjang direncanakan hanya terdiri dari satu kelas sebagai tahap perintisan.
Selain ruang belajar, Pemkab Kutim juga menyiapkan fasilitas penunjang lainnya. Sekolah Rakyat itu nantinya dilengkapi asrama bagi siswa putra dan putri, baik tingkat SMP maupun SMA.
“Kita juga perlu menyiapkan asrama, tempat tidur putra-putri SMP, tempat tidur putra-putri SMA, tempat tidur guru pembimbing dan kamar-kamar lainnya. Itu semua harus kita persiapkan,” katanya.