Bankaltimtara

Pengamanan Mudik 2026, Pos Pengamanan dan Pelayanan Polres Kukar Berdiri dari Kota Bangun hingga Samboja

Pengamanan Mudik 2026, Pos Pengamanan dan Pelayanan Polres Kukar Berdiri dari Kota Bangun hingga Samboja

Pos Pengamanan di Samboja pada 2025.-Dok. Nomorsatukaltim-

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM Pengamanan mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara membentang dari jalur hulu di Kota Bangun, melintasi pusat kota Tenggarong, hingga kawasan pesisir Samboja, dengan penempatan pos-pos strategis untuk memastikan arus mudik dan balik berlangsung aman serta tertib.

Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, menjelaskan skema tersebut disusun Polres Kukar dengan memetakan pergerakan masyarakat dari wilayah pedalaman menuju kota, kemudian ke jalur penghubung antardaerah dan kawasan wisata pesisir, sehingga setiap simpul perjalanan memiliki titik pengamanan dan pelayanan yang siaga selama Maret 2026.

Ia menjelaskan jalur hulu menjadi salah satu perhatian utama karena setiap tahun dilalui pemudik dari Samarinda menuju Kota Bangun hingga Kutai Barat.

“Nanti akan ada pos di Kota Bangun. Pos itu juga memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap masyarakat yang melaksanakan mudik,” jelasnya saat dikonfirmasi Nomorsatukaltim, Jumat 27 November 2026.

BACA JUGA:LPG Subsidi Diawasi Ketat Saat Ramadan, Pelanggaran HET dan Penimbunan Jadi Sasaran

Keberadaan pos di Kota Bangun diharapkan mampu menjadi titik singgah aman bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh ke wilayah pedalaman, sekaligus memperkuat pengawasan di jalur yang dikenal memiliki mobilitas tinggi saat momentum Lebaran.

Dari kawasan hulu, pengamanan berlanjut ke pusat kota Tenggarong yang menjadi jantung aktivitas masyarakat Kutai Kartanegara, terutama di kawasan Titik Nol yang setiap tahun dipadati warga saat hari raya.

Di lokasi tersebut akan didirikan pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi dan layanan utama bagi masyarakat, karena letaknya strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah.

“Untuk pos terpadu nanti kita akan dirikan di Titik Nol, yang dimana nanti itu menjadi ikon Kota Tenggarong,” ujar Fandoli.

Pos terpadu ini akan menjadi pusat kendali pengamanan, tempat personel gabungan melakukan pemantauan arus kendaraan, serta memberikan pelayanan cepat jika terjadi gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA:Target Bangun 1.024 Septik Tank Standar Nasional di 2026, Pemkab Kutim Siapkan Rp4 Miliar

Selain itu, jalur penghubung menuju Balikpapan juga masuk dalam peta pengamanan karena setiap tahun menjadi titik kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik dan arus balik.

Fokus pengamanan berada di kawasan rest area dan Kilometer 38 Bukit Soeharto yang kerap dipadati kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Penempatan Pos Pelayanan di titik tersebut bertujuan memberikan ruang istirahat bagi pengendara agar tetap prima selama perjalanan, sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan akibat kelelahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: