Penyesuaian MBG saat Ramadan, BGN Berau Siapkan Menu Kering dan Sistem Rapelan

Jumat 20-02-2026,12:34 WIB
Reporter : Maulidia Azwini
Editor : Baharunsyah

Rani menambahkan, pihaknya juga melakukan evaluasi dengan berkaca pada kasus keracunan makanan yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebelumnya.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi pelajaran penting, terutama terkait penggunaan produk makanan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami sudah menghimbau untuk mengambil produk dari UMKM yang proses produksinya sudah jelas dan baik, bahkan lebih baik jika sudah memiliki PIRT dan jika belum di himbau untuk segera membuat PIRT,” tegasnya.

Ia menekankan, jika tetap melibatkan UMKM, maka pihak penyedia harus memastikan proses produksi memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

BACA JUGA:Pemkab Berau Siapkan Rp9 Miliar untuk Dukung Pemisahan BPBD dan Damkar

Di sisi lain, salah seorang wali murid SDN 019 Tanjung Redeb, Rita, menilai penggunaan menu kering selama Ramadan merupakan langkah yang tepat.

Menurutnya, jenis makanan tersebut lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan anak saat berbuka puasa.

“Kalau makanan kering lebih bisa dibawa pulang dan dimakan saat buka. Anak-anak juga cenderung lebih suka, dibanding makanan basah yang kadang tidak habis,” ujarnya.

Ia berharap menu yang diberikan tetap memperhatikan kesegaran dan variasi, meskipun dibagikan secara rapelan, sehingga tetap layak dikonsumsi oleh siswa.

BACA JUGA:Kebakaran di Barong Tongkok, Satu Rumah dan 3 Motor Ludes

Kategori :