Bankaltimtara

80 Persen Jurnalis Akui Pernah Swasensor, Isu MBG dan PSN Paling Sering Dibatasi

80 Persen Jurnalis Akui Pernah Swasensor, Isu MBG dan PSN Paling Sering Dibatasi

Ilustrasi kekerasan terhadap jurnalis.-Generate AI-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Praktik swasensor kian menguat di ruang redaksi media Indonesia.

Survei Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat 80 persen Jurnalis mengaku pernah membatasi atau menyensor pemberitaannya sendiri.

Dari 655 jurnalis aktif di 38 provinsi yang menjadi responden, sebanyak 523 orang menyatakan pernah melakukan swasensor.

Sebanyak 54 persen di antaranya mengaku melakukannya secara rutin, antara dua hingga 10 kali dalam setahun. Bahkan, 14 persen menyebut frekuensinya lebih dari 10 kali dalam setahun.

BACA JUGA:4 Fraksi Tekan Pimpinan DPRD, Pansus RS Sayang Ibu Masih Tertahan di Meja Ketua

Survei tersebut juga mencatat 72 persen responden pernah mengalami sensor, dan 67 persen mengaku pernah mengalami kekerasan.

Tenaga Ahli Riset IKJ, Abdul Manan, menyebut gejala ini sebagai munculnya “tabu baru” dalam kerja pers.

“Isu-isu tertentu tidak lagi dilarang secara formal, tetapi secara praktik dihindari karena risiko tekanan politik, ekonomi, maupun hukum."

BACA JUGA: Politisi NasDem Minta Percepat Proyek Waduk Sungai Ampal dan Jalan Mukmin Faisal untuk Tekan Banjir

"Ini lebih berbahaya karena bekerja secara diam-diam melalui rasa takut dan ketidakpastian,” ujarnya Abdul Manan dalam keterangan resmi tertulis, belum lama ini.

BACA JUGA:8.000 Peserta PBI Dicoret, Komisi IV DPRD Balikpapan Pertanyakan Validasi Data

Sebanyak 70 persen responden menyebut alasan utama melakukan swasensor adalah untuk menghindari konflik atau kontroversi berlebihan.

Sementara 63 persen melakukannya demi melindungi sumber atau informasi rahasia.

“Selain itu, 27 persen mengaku khawatir terhadap keselamatan pribadi, dan 13 persen menyatakan pernah mendapat tekanan dari pihak tertentu, termasuk pemerintah maupun pihak berkepentingan lainnya,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: