Terkendala Pasokan, Harga Bahan Pokok di Mahulu Mulai Meningkat
Kondisi pasar di Ujoh Bilang, Mahulu.-Iswanto-Disway Kaltim
MAHAKAM ULU, NOMORSATUKALTIM - Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Seperti cabai rawit tercatat menembus Rp100 ribu per kilogram (kg), sementara bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp50 ribu–Rp 60 ribu per kg.
Minyak goreng dijual bervariasi antara Rp 23 ribu–Rp 25 ribu per liter, sedangkan gula pasir berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram.
Selain itu, harga beras juga mengalami lonjakan. Di Ujoh Bilang ibu kota kabupaten, beras premium kemasan 25 kilogram kini mencapai sekitar Rp500 ribu per sak.
BACA JUGA:BGN Samarinda Terapkan Paket Kering MBG Selama Ramadan, Dibagikan Setiap Hari Sekolah
Sementara di kecamatan lain, harga yang sebelumnya berkisar Rp400 ribu–Rp500 ribu per sak melonjak menjadi Rp650 ribu–Rp700 ribu per sak.
Para pedagang setempat menduga penyebab utama kenaikan ini karena kapal barang yang mengangkut pasokan ke Mahulu terkendala.
“Memang beberapa waktu lalu distribusi juga terhambat akibat air sungai surut,” kata Analis Kebijakan Ekosda Mahulu, Indira Reisia Angun, kepada Nomorsatukaltim pada Jumat 20 Februari 2026.
Menurutnya, disparitas harga antar kecamatan masih terjadi, terutama di wilayah hulu seperti Long Apari dan Long Pahangai.
BACA JUGA:Dianggap Ganggu Estetika Cagar Budaya, Pasar Barambang Berau Terpaksa Dihentikan Sementara
Kenaikan harga di wilayah tersebut bisa mencapai 10 hingga 30 persen dibandingkan harga di ibu kota kabupaten.
“Setiap kecamatan berbeda-beda. Di wilayah hulu selisihnya cukup tinggi,” ungkapnya.
Meski terjadi kenaikan harga, ia memastikan untuk stok pasar, secara umum masih aman. Namun, stok beras di sejumlah toko mulai menipis karena keterlambatan pasokan dari kapal barang.
Sebagian besar pasokan bahan pokok Mahakam Ulu masih bergantung dari Samarinda dan Kutai Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

