Endar menilai bahwa wayang kulit tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui lakon dan karakter yang dimainkan dalam pertunjukan.
BACA JUGA: Festival Dahau 2025 Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Warga Kutai Barat Padati Taman Budaya Sendawar
BACA JUGA: Budaya Dayak Wehea Siap Tampil di Panggung Nasional, Diperjuangkan Masuk KEN 2026
“Wayang kulit bukan hanya pertunjukan, tetapi memiliki nilai-nilai filosofi seperti keadilan, kemanusiaan, kerendahan hati, mementingkan rakyat banyak, serta melindungi masyarakat lemah,” ujarnya.
Nilai-nilai positif tersebut, menurut Endar, diperankan dan dilakonkan oleh para penggiat seni dalam pagelaran wayang kulit sehingga pesan moral dapat tersampaikan kepada penonton secara lebih kontekstual.
Pagelaran wayang kulit ini, kata Endar, juga mendapat dukungan dan dihadiri oleh jajaran pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sebagai bagian dari kebersamaan dalam kegiatan kebudayaan dan hiburan masyarakat.
Selain menikmati pertunjukan wayang kulit, pengunjung yang hadir di Gedung BSCC Dome juga berkesempatan memperoleh berbagai doorprize yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara.
Pembukaan pagelaran wayang kulit dengan tema “Semar Mbangun Khayangan” yang diinisiasi oleh Polda Kaltim.-(Disway Kaltim/ Chandra)-
BACA JUGA: Polsek Samarinda Kota Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya, Berikut Sejarahnya
BACA JUGA: Ratusan Peserta Meriahkan Lomba Belogo di Taman Budaya Sendawar
“Kami berharap pagelaran wayang kulit ini dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus memberikan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Endar.
Terpisah, Kombes Pol Yuliyanto mengungkapkan bahwa cerita dengan lakon “Semar Mbangun Khayangan” ini, memiliki makna filosofis. Di mana khayangan digambarkan sebagai tempat yang nyaman dan damai.
“Harapannya, Kaltim menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun, baik penduduk asli, pendatang, maupun yang sekadar singgah. Filosofi itu ingin kami sampaikan melalui pertunjukan ini,” kata Yuliyanto.
Di samping itu, belasan booth UMKM pun juga disediakan untuk pengunjung Pagelaran Wayang Kulit tersebut.
BACA JUGA: Tiga Karya Seni Kukar Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Nasional
BACA JUGA: Etam Begenjoh 2025 Dipentaskan untuk Arek-arek Malang