Jika Dialog Gagal, Trump: Itu akan Menjadi Hari yang Buruk bagi Iran
Presiden AS, Donald Trump-Getty Images-
WASHINTON, NOMORSATUKALTIM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan AS siap mengerahkan “kekuatan yang sangat besar” jika negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran gagal.
“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Trump dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Februari 2026.
Pernyataannya Trump mengenai pengiriman kapal tersebut muncul setelah media lokal melaporkan bahwa AS akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.
“Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” tambahnya.
BACA JUGA: Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Dunia Masuki Masa Kelam
BACA JUGA: Amerika Serikat Siapkan Skenario Serangan Militer ke Iran
Saat ditanya mengenai negosiasi dengan Iran, Trump mengatakan ia berpikir bahwa negosiasi tersebut akan berhasil.
“Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran — sangat buruk,” ucapnya.
AS dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung di ibu kota Muscat pada 6 Februari dengan mediasi Oman untuk membahas program nuklir Teheran.
Pertemuan tersebut menandai berakhirnya penangguhan selama sekitar 8 bulan setelah AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran-Israel pada Juni 2025.
BACA JUGA: Tuding AS Lakukan Agresi, Menlu Kuba Janjikan Perlawanan Berlanjut
BACA JUGA: Indonesia Tegaskan Sikap Nonblok di Tengah Isu Akuisisi Greenland oleh AS
Di tengah negosiasi tersebut, AS secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan itu. Trump juga memperingatkan Iran bahwa negara itu harus mencapai kesepakatan.
Pengayaan uranium tetap menjadi titik utama perselisihan. AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dan memindahkan uranium yang diperkaya tingkat tinggi ke luar negeri. Tuntutan tersebut ditolak dengan tegas oleh Teheran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antaranews

