Dokter Kulit Ingatkan Bahaya Baju Thrifting Tak Dicuci, Risiko Infeksi hingga Iritasi Mengintai

Minggu 08-02-2026,11:04 WIB
Reporter : Tri Romadhani
Editor : Tri Romadhani

Ia memaparkan, jamur dapat hidup di pakaian selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Tungau penyebab skabies mampu bertahan sekitar dua hingga tiga hari di kain, sementara kutu dan telurnya juga dapat bertahan beberapa hari sebelum akhirnya mati.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap tanda-tanda awal gangguan kulit setelah memakai pakaian thrifting.

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi gatal yang tidak kunjung hilang, ruam atau bercak kemerahan, bentol kecil, kulit bersisik, hingga bercak berbentuk melingkar.

BACA JUGA:Berat Badan Berlebih dan Rokok Jadi Pemicu Utama GERD, Dokter Ungkap Gaya Hidup Penyebab Asam Lambung Naik

“Jika keluhan tidak membaik dalam beberapa hari atau justru meluas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Fitria menyarankan agar pakaian bekas dicuci menggunakan deterjen, direndam dengan air panas bila memungkinkan, serta disetrika dengan suhu tinggi untuk membantu membunuh mikroorganisme yang masih menempel.

Di sisi lain, isu peredaran pakaian bekas impor juga menjadi perhatian serius pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza sebelumnya menegaskan bahwa impor pakaian bekas ilegal tidak hanya berisiko bagi kesehatan, tetapi juga merugikan pasar dalam negeri.

Menurutnya, pakaian bekas impor kerap dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan produk lokal, sehingga menekan industri tekstil nasional dan mengganggu keberlangsungan pelaku usaha dalam negeri.

BACA JUGA:Kerja, Apa Dikerjain? Film Layar Lebar Garapan Konten Kreator Balikpapan

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, belanja sandang nasional diperkirakan menyentuh angka sekitar Rp10 triliun per bulan.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar tekstil nasional yang perlu dilindungi, baik dari sisi kesehatan konsumen maupun keberlanjutan industri.

Melalui kesadaran akan risiko kesehatan dan dampak ekonomi, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih serta menggunakan pakaian bekas, dengan tetap mengutamakan kebersihan dan keamanan.

Kategori :