Bankaltimtara

Arsitek Kaltim Tanggapi Wacana Presiden Ganti Atap Rumah Seng dengan Genteng

 Arsitek Kaltim Tanggapi Wacana Presiden Ganti Atap Rumah Seng dengan Genteng

Ilustrasi rumah atap genteng.-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Wacana penggantian atap seng dengan genteng yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, ditanggapi Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Kalimantan Timur, Wahyullah Bandung.

Menurutnya, gagasan tersebut dinilai memerlukan kajian teknis dan kesesuaian material lokal sebelum diterapkan.

Mengingat karakter bangunan dan ketersediaan bahan di tiap wilayah berbeda.

Wahyullah menjelaskan bahwa sistem atap bangunan di Indonesia berkembang, mengikuti kondisi alam dan sumber daya setempat.

Di Pulau Jawa, genteng tanah liat digunakan secara luas karena bahan bakunya mudah diperoleh dan telah diolah sejak ratusan tahun lalu.

BACA JUGA:Dari Sayembara Terbuka, IAI Kaltim Bedah Arah Desain Islamic Center Kutai Timur

Sementara di Kaltim, masyarakatnya memanfaatkan atap sirap kayu dan daun.

Karena kayu tersedia melimpah serta lebih sesuai dengan iklim panas dan lembap.

"Pemilihan material selalu berangkat dari kemudahan akses, biaya, daya tahan, dan kenyamanan. Itu yang membentuk pola bangunan di setiap daerah," ujarnya saat diwawancara langsung belum lama ini.

BACA JUGA:Cerai Gugat Dominasi Kasus Perceraian di Kaltim Sepanjang 2025, Angka Pernikahan Dini Turun

Seiring menipisnya ketersediaan kayu, penggunaan atap seng dan metal ringan semakin dominan karena lebih murah dan praktis.

Dalam konteks ini, Wahyullah mengatakan penggantian seng dengan genteng tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa mempertimbangkan struktur rumah warga.

Menurutnya, genteng memiliki bobot yang jauh lebih berat dibandingkan atap ringan. Jika rangka bangunan tidak disesuaikan, risiko kerusakan konstruksi menjadi lebih besar.

"Kalau hanya mengganti penutup atap tanpa memperkuat rangkanya, itu berpotensi bermasalah. Sementara kalau rangkanya ikut diganti, otomatis biayanya meningkat," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: