Dokter Kulit Ingatkan Bahaya Baju Thrifting Tak Dicuci, Risiko Infeksi hingga Iritasi Mengintai
Dokter Kulit Ingatkan Bahaya Baju Thrifting Tak Dicuci, Risiko Infeksi hingga Iritasi Mengintai.-istimewa-
NOMORSATUKALTIM – Tren penggunaan pakaian bekas atau thrifting yang kian digemari masyarakat, terutama kalangan muda, ternyata menyimpan risiko kesehatan jika tidak dibarengi dengan proses pembersihan yang tepat.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV, mengingatkan bahwa memakai baju bekas tanpa dicuci bersih dapat meningkatkan risiko gangguan kulit hingga penularan penyakit.
“Risiko utama memakai baju bekas yang tidak dibersihkan dengan baik adalah penularan penyakit kulit dan iritasi pada kulit,” kata dr. Fitria dikutip dari ANTARA, pada Minggu 8 Februari 2026.
Dokter yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu menjelaskan, pakaian bekas masih berpotensi menyimpan berbagai kontaminan dari pemilik sebelumnya.
Di antaranya adalah sisa keringat, jamur, bakteri, hingga residu bahan kimia seperti deterjen atau pewarna tekstil.
BACA JUGA:JKT48 Comeback lewat Lagu Andai Ku Bukan Idola, Simak Lirik dan Maknanya..
Menurutnya, jika pakaian tersebut langsung dikenakan tanpa melalui proses pencucian dan sterilisasi yang benar, kondisi tersebut dapat memicu reaksi negatif pada kulit.
Risiko ini akan lebih besar pada orang dengan kulit sensitif atau memiliki riwayat alergi.
dr. Fitria menuturkan, keluhan yang umum muncul akibat penggunaan baju thrifting yang tidak dibersihkan antara lain gatal-gatal, ruam kemerahan, bentol kecil, kulit bersisik, hingga infeksi kulit.
Dari berbagai potensi gangguan tersebut, infeksi jamur menjadi salah satu yang paling sering berisiko menular.
“Infeksi jamur seperti kurap dapat bertahan cukup lama di serat kain. Selain itu, penyakit kudis atau skabies juga bisa menular melalui pakaian yang terkontaminasi tungau,” ujarnya.
Tak hanya itu, kutu dan infeksi bakteri ringan juga berpotensi berpindah melalui pakaian bekas, meski kasusnya relatif lebih jarang.
BACA JUGA:Wisata Baru di Berau: Puncak Rejeki Suguhkan Panorama Karst dari Ketinggian 420 Mdpl
Namun, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai, terutama jika pakaian dipakai dalam waktu lama tanpa proses pembersihan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

