Gratispol Bagus Kok

Jumat 06-02-2026,12:58 WIB
Oleh: Baharunsyah

"Ya ngapain aku bayar pake kuliah, kan aku sambil kerja. Pake itu aja bayar SPP kampus. Kalau kurang ya tinggal minta orang tua."

Kembali lagi ke Gratispol, Robert bilang program ini justru bagus. Disclaimer, Robert ini tidak terafiliasi dengan pihak manapun. Yang saya tahu. Alasannya karena sulit menemukan celah pelanggaran pidana. 

Karena uang langsung ditransfer ke kampus, bukan ke rekening si penerima. Lalu, agak sulit untuk lakukan 'titip menitip' seperti masa dia dulu.

Ah, satu lagi, dia mengingatkan saya dengan satu kasus dari program beasiswa sebelumnya. Sekitar tahun 2013. Saya sudah jadi jurnalis. Lagi-lagi saat itu ramai dengan tindakan 'titipan'. Kala itu, beberapa penerima BKT, justru ada yang dari kalangan anak pejabat.

Lucunya lagi, ada nama salah satu istri wali kota di Kaltim, yang ikut menerima beasiswa S3. Tidak etisnya kriteria penerima ini dikritik keras sama Pokja 30. Jadi bisa dibayangkan betapa hancurnya sistem pemberian beasiswa saat itu.

Sekarang periode berganti. Program pun berubah. Meski tujuannya tetap sama. Memberikan bantuan pendidikan untuk rakyat Kaltim, yang berhak menerima. Gratispol memang masih baru. 

Tapi, kata si Robert, sistem yang sekarang jauh lebih bagus dibandingkan sebelum-sebelumnya. Yah, meski memang ada beberapa kritikan, tapi kata dia, "Itu masih receh".

Saya menyeruput kopi terakhir. Dia pun demikian. Kami akhirnya berpisah melanjutkan hidup masing-masing. Cuma, kata-kata Robert, seperti terngiang-ngiang di kepala saya. 

Masa iya sih, Gratispol sekarang jauh lebih baik? Kalau menurut anda gimana?  

*Redaktur Disway Kaltim

  

Kategori :