Tetapi juga didukung oleh berbagai sumber pendanaan lainnya.
Ia menegaskan bahwa 50 program unggulan tersebut dirancang untuk dituntaskan dalam jangka waktu lima tahun.
Saat ini, pemerintah daerah masih berada pada fase awal pelaksanaan, yakni tahun pertama.
“Ini baru satu tahun berjalan, jadi semua program masih dalam tahap progres. Konsepnya, 50 program ini akan kita kebut dan kita tuntaskan dalam lima tahun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Januar menyampaikan bahwa Pemkab Kutim kini tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di tahun 2025.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat program mana yang belum berjalan maksimal.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), khususnya untuk tahun anggaran 2026.
BACA JUGA:Upaya Pemkab Kutim Sejahterakan Petani Holtikultura: Berikan Bantuan dan Pendampingan
“Nanti dari evaluasi itu akan terlihat kebutuhan di 2026, dan itu akan kita masukkan dalam RKPD agar program bisa lebih tepat sasaran,” tambah Januar.
Salah satu fokus utama dalam 50 program unggulan tersebut adalah pengurangan angka pengangguran.
Pemerintah daerah menargetkan penguatan pelatihan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat agar memiliki penghasilan yang berkelanjutan.
“Yang paling urgen saat ini adalah pengurangan pengangguran. Kita dorong pelatihan tenaga kerja supaya mereka punya penghasilan dan daya beli masyarakat bisa meningkat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah mulai melaksanakan pelatihan, termasuk di sektor UMKM dan koperasi.
Namun, efektivitas program tersebut masih terus dievaluasi.
Januar berharap masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam mengawal dan memberikan masukan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.
“Harapan kami, masyarakat ikut melihat, mengawasi, dan memberikan masukan yang konstruktif agar program-program ini bisa berjalan lebih baik,” tutupnya. (Sakiya Yusri)