Ia juga menjelaskan, pedagang pakaian muslim yang selama ini berjualan di depan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong dan kawasan Monumen tidak diperbolehkan masuk ke area Tangga Arung Square, mengingat di dalam kawasan tersebut sudah terdapat pedagang pakaian muslim yang berjualan secara tetap.
BACA JUGA:Disbudpar Berau Bidik Promosi Spot Diving Barakuda Maratua Lewat Event Deep and Extreme Indonesia
“Untuk pedagang pakaian muslim, tetap kami fasilitasi berjualan di sekitar Masjid Agung, tepatnya di sisi yang dekat dengan sungai, sehingga aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan tanpa saling tumpang tindih,” ungkapnya.
Sukono menyebutkan, Pasar Ramadan di Tangga Arung Square secara khusus difokuskan untuk pedagang kuliner, mulai dari penjual takjil, minuman, gorengan, makanan basah, hingga makanan kering, dengan seluruh lapak ditempatkan di area parkir yang telah ditentukan.
Jumlah pedagang yang tercatat berasal dari kawasan Masjid Agung dan Monumen mencapai sekitar 120 orang, sementara pemerintah kecamatan hanya menyiapkan lokasi tanpa terlibat dalam pengaturan teknis lapak dan pembiayaan.
“Pembagian lapak, pemasangan tenda, meja, serta kebutuhan teknis lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab koordinator pedagang masing-masing, dan pemerintah tidak ikut campur dalam urusan keuangan,” katanya.
BACA JUGA:Roadshow Honda DBL With Kopi Good Day 2026 Sambangi SMA Kristen Cita Hati Samarinda
Ia menambahkan, peran pemerintah kecamatan hanya sebatas mengatur area mana yang boleh dan tidak boleh digunakan sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama demi menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama Pasar Ramadan berlangsung.
Seluruh pedagang dari kawasan Jalan Panjaitan, Gang Ikhlas, dan sekitarnya juga diarahkan untuk terpusat di Tangga Arung Square sesuai dengan arahan Bupati Kutai Kartanegara agar fasilitas publik yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan Tangga Arung Square kepada masyarakat luas, termasuk pengunjung dari Balikpapan dan Samarinda, karena di lokasi tersebut sudah tersedia fasilitas ibadah, taman Super Hero, serta toilet umum,” pungkas Sukono.