Bankaltimtara

Wawali Bontang Soroti Pengelolaan SMA/SMK oleh Provinsi: Program Tak Selaras, Orangtua Siswa Cemburu

Wawali Bontang Soroti Pengelolaan SMA/SMK oleh Provinsi: Program Tak Selaras, Orangtua Siswa Cemburu

Ilustrasi siswa siswi SMA.-istimewa-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Kewenangan pengelolaan SMA/SMK sederajat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim kembali disoroti.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, bahwa perlu ada evaluasi menyeluruh pada kebijakan yang sudah 9 tahun berjalan tersebut, terutama di daerah.

Sebab, semenjak kewenangan SMA/SMK sederajat dialihkan ke provinsi, pemerintah kota tidak lagi memiliki ruang intervensi langsung.

Selama ini, ungkap Agus Haris, banyak orangtua siswa yang menceritakan keluh kesah mereka ke pemerintah kota. Namun, pemkot tidak bisa mengakomodir aspirasi tersebut.

BACA JUGA: Baru Tahun Depan Jalan Kampung Timur Dicor, Dinas PUPR Sebut Tunggu APBD Bontang Normal

BACA JUGA: Tidak Ingin Kejadian Anak Bunuh Diri di NTT Terjadi, Ini yang Dilakukan Pemkot Bontang

Kewenangan pemkot hanya pada jenjang pendidikan SD dan SMP saja. “Kami tidak bisa melakukan banyak (jenjang SMA dan SMK),” katanya, Kamis, 12 Februari 2026.

Di sisi lain, Pemprov Kaltim memiliki keterbatasan untuk mengawasi seluruh sekolah di 10 kabupaten/kota.

“Bagaimana mungkin pihak provinsi bisa mengawasi langsung perkembangan siswa secara detail di setiap kota? Sumber daya anak-anak itu ada di kabupaten kota. Kami yang paling dekat dengan mereka,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia berpendapat, pemerintah pusat perlu melakukan kajian serius mengenai progres peningkatan kualitas akademik setelah kewenangan SMA diambil alih provinsi.

BACA JUGA: Anggaran Renovasi Toilet Disnaker Hampir Rp300 Juta, Wali Kota Bontang: Jangan Boros!

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Keuangan Warga Miskin Bontang Tunggu Verifikasi Data Selesai 

“Harus ada data. Apakah setelah diambil alih provinsi, kualitas akademik meningkat? Apakah lulusan SMA kita lebih banyak diterima di perguruan tinggi dan berdaya saing? Itu bisa harus diukur,” tegasnya.

Menurutnya, jika hasil kajian menunjukkan peningkatan kualitas, maka kebijakan tersebut dapat dilanjutkan. Alhasil, pemerintah kota akan fokus memperkuat pendidikan dasar, mulai dari TK, SD, hingga SMP sebagai fondasi utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: