BERAU, NOMORSATUKALTIM – Permintaan cokelat asal Kabupaten Berau dari pasar internasional terus meningkat, sementara kapasitas produksi belum mampu memenuhinya.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meminta optimalisasi lahan tidur milik masyarakat untuk pengembangan perkebunan kakao.
Diketahui, Kabupaten Berau memiliki potensi besar di sektor perkebunan, tidak hanya kelapa sawit, kelapa dalam, karet, dan lada, tetapi juga kakao.
Komoditas kakao Berau bahkan telah menembus pasar nasional hingga mancanegara berkat kualitas biji kakao yang memenuhi standar premium.
BACA JUGA: Kakao Berau Tembus Pasar Prancis, Disbun Pastikan Bebas Deforestasi dan Cemaran Kimia
BACA JUGA: Setelah Kakao Berjaya, Berau Kini Pasang Target Besar pada Kopi Liberika
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, permintaan cokelat Berau dari luar negeri terus meningkat dan belum dapat dipenuhi secara optimal.
“Permintaan cokelat Berau itu sangat luar biasa. Kami masih kekurangan pasokan untuk memenuhi standar internasional,” kata Sri Juniarsih, Rabu (24/12/2025).
Ia mengungkapkan, Kabupaten Berau baru-baru ini menerima kunjungan pelaku industri cokelat dari Prancis dan Swiss. Dari Prancis, permintaan cokelat mencapai 25 ton per tahun, sementara dari Swiss mencapai 50 ton per tahun.
"Padahal, produksi cokelat Berau saat ini berkisar 500 ton per tahun, namun tetap belum mencukupi kebutuhan pasar global," ungkapnya.
BACA JUGA: Disbun Kutim Berikan Bantuan Alat Dorong Produktivitas Petani Kakao
BACA JUGA: DPRD Mahulu Minta Pemda Fokus Kembangkan Sektor Pertanian, Salah Satunya Komoditas Kakao
Menurut Sri Juniarsih, tingginya minat pasar global terhadap cokelat Berau tidak terlepas dari kualitas fermentasi biji kakao yang konsisten, sehingga menghasilkan cita rasa khas yang diakui secara internasional.
“Cokelat Berau ini punya karakter rasa yang khas, asam atau fruity dan kualitas premium. Itu karena fermentasinya bagus dan konsisten,” tuturnya.
Ia menambahkan, meskipun Indonesia memiliki banyak daerah penghasil kakao seperti Sulawesi, Jawa, dan Bali, cokelat Berau memiliki keunggulan tersendiri yang membuatnya diminati pasar premium dunia.