Dalam pelaksanaannya, Dinsos mengakui tidak semua anak yang telah terdaftar atau sempat tinggal di asrama dapat bertahan. Sebagian memilih mengundurkan diri karena faktor psikologis maupun kondisi keluarga.
“Anak-anak seusia itu sangat dinamis. Ada yang hari ini mau sekolah, besok berubah pikiran. Ada juga yang merasa tertekan tinggal di asrama atau terkendala peran mereka di rumah,” ujar Agus.
Ia mencontohkan, sejumlah anak sebelumnya berperan membantu orang tua atau menjaga adik di rumah. Ketika anak masuk Sekolah Rakyat, peran tersebut hilang sehingga memerlukan penyesuaian besar dalam pola hidup keluarga.
Meski demikian, Dinsos tidak serta-merta melepas anak yang mengundurkan diri. Pendekatan lanjutan tetap dilakukan secara berjenjang melalui wali asrama, guru Sekolah Rakyat, relawan sosial, hingga SDM Kesejahteraan Sosial yang mendatangi langsung rumah keluarga anak.
BACA JUGA: Paser Belum Ajukan Sekolah Rakyat, Kepala Dinsos Ungkap Kendala Utamanya
“Kami bisa melakukan pendekatan sampai tiga kali. Kalau setelah itu anak dan keluarga tetap menolak, barulah keputusan tersebut kami hormati,” katanya.
Terkait bantuan sosial, Agus menyebut sebagian besar keluarga siswa Sekolah Rakyat terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua keluarga menerima bantuan yang sama. “Mayoritas memang penerima bansos, tapi tidak bisa digeneralisasi,” ujarnya.
Agus menambahkan, data terbaru terkait jumlah anak yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat masih berada di pengelola program di bawah Kementerian Sosial.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat Samarinda Fokus Mapping Bakat Siswa Lewat Tes Talent DNA
Pada akhirnya, ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin secara menyeluruh, bukan semata-mata menarik anak dari jalanan.
“Tujuan akhirnya adalah pemberdayaan, mengangkat martabat keluarga miskin agar anak-anak mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Semua itu harus berjalan atas persetujuan dan kesiapan mereka sendiri,” tutup Agus.