Banyak warga yang memiliki usaha kecil seperti pengolahan ikan dan hasil danau yang membutuhkan tenaga listrik untuk pendingin maupun peralatan lainnya.
BACA JUGA: Jalan Rusak Hambat Ekonomi Jempang, DPRD Kutai Barat Desak Pemerintah Bergerak
BACA JUGA: Komisi II DPRD Kubar Soroti Ketidaksiapan OPD Bahas Kegiatan Multiyears dan Inventarisasi Jalan
“Bayangkan saja, setiap malam mereka harus menghidupkan genset dengan biaya bahan bakar yang tidak murah. Padahal ekonomi masyarakat di sana masih bergantung pada hasil danau dan pertanian. Listrik bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan dasar,” tutur Henrik.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera menyampaikan aspirasi tersebut dalam forum resmi bersama pemerintah daerah dan PLN.