Warga Terdampak Longsor di Graha Indah Balikpapan Minta Penanganan Terpadu dari Pemerintah

Sabtu 23-08-2025,18:27 WIB
Reporter : Salsabila
Editor : Didik Eri Sukianto

Penanganan di Graha Indah hingga kini masih bersifat darurat, berupa bantuan logistik dan pembersihan material.

BACA JUGA: Pemkot Balikpapan Genjot 210 Bank Sampah, Optimalkan Hulu Hingga TPST

BACA JUGA: Kelas Menengah Indonesia Terancam Jadi Miskin, Ekonom: Pemerintah Harus Beri Insentif

Warga berharap adanya langkah permanen, termasuk peninjauan langsung lokasi terdampak, pembangunan talud, sistem drainase, dan pemetaan zona merah untuk antisipasi relokasi bila diperlukan.

BPBD Balikpapan menekankan agar masyarakat segera melaporkan setiap tanda pergerakan tanah atau retakan, agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur bencana.

Saat ini, warga RT 53 menghadapi tantangan sehari-hari dengan akses jalan terputus, rumah terancam longsor, dan keselamatan menjadi perhatian utama.

Berdasarkan data longsor di Balikpapan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa kejadian longsor di Balikpapan sepanjang 2025.

BACA JUGA: Satgas Dibentuk, Balikpapan Siapkan Tiga Dapur Program Makan Bergizi Gratis

BACA JUGA: Polisi Melihat Dua Pria Buang Bungkusan Berisi Sabu Saat Pengejaran

Di antaranya, pada Maret 2025, yang mana hujan lebat memicu longsor dan banjir di sembilan kawasan permukiman, dengan curah hujan lebih dari 100 mm dalam beberapa jam.

Selain itu, April 2025, longsor di Kelurahan Prapatan merusak tiga rumah berat dan dua rumah ringan, dengan lima kepala keluarga terdampak. BPBD pun menyalurkan bantuan darurat dan membersihkan material longsor.

Kemudian, Agustus 2025, BPBD Balikpapan mengingatkan potensi longsor di Telagasari dan Klandasan, meminta warga melaporkan retakan tanah atau tanda pergerakan lahan.

Kategori :