Satpol PP Bongkar Aktivitas Ilegal di Eks Bandara Temindung

Sabtu 23-08-2025,10:58 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Yos Setiyono

BACA JUGA: Konsep Teras Samarinda II Belum Matang, Area Pelabuhan Pasar Pagi Bakal Bebas Parkir

"Masih dugaan, tapi melihat kondisi dan barang yang ada, memang mengarah ke situ. Mau tidak mau kami bersihkan. Juga di kolong reruntuhan bangunan yang kemarin dirobohkan, kami dapati pula pasangan yang sedang bersama, dan 1 keluarga yang ternyata pelaku yang mendiami lahan itu secara ilegal,"lanjut Edwin.

Mirisnya, di sela-sela penertiban itu, Satpol PP juga menemukan satu keluarga yang tinggal di bawah reruntuhan bangunan. Keluarga tersebut terdiri atas pasangan suami-istri dan lima anak kecil.

Sang ibu, Miranda (36), mengaku terpaksa menempati bangunan terbengkalai itu setelah rumah sementara yang ia huni sebelumnya ikut dibongkar.

Meski sempat diminta untuk pindah, Miranda dan keluarganya tidak kunjung mendapat kontrakan baru. Akhirnya, mereka kembali mendiami kolong reruntuhan bangunan sebagai hunian sementara.

BACA JUGA: Dinilai Menghambat Mobilitas Pengendara, Fungsi Portal di Jembatan Mahkota 2 Jadi Sorotan

"Saya terpaksa tinggal di sini lagi karena tidak ada biaya untuk mengontrak rumah. Anak saya sakit, jadi biaya yang tadinya untuk kontrak rumah terpaksa dipergunakan untuk pengobatan anak,"ucap Miranda lirih.

Ia mengaku kecewa karena tidak pernah menerima pemberitahuan resmi sebelumnya. Informasi soal penggusuran baru ia ketahui dari petugas yang datang pada pagi hari. 

"Suami saya kerja bangunan, pulangnya malam. Kemarin, sebelum rumah sementara yang saya diami di sini dirobohkan, Saya minta waktu seminggu buat cari tempat, tapi ditolak Satpol PP mentah-mentah," tuturnya.

Miranda juga menyebut, suaminya sudah mengeluarkan biaya untuk memperbaiki bangunan sementara itu dengan membeli seng, balok, dan paku. Namun semua jerih payah itu sia-sia setelah rumah yang ditempati dibongkar.

BACA JUGA: Memeriahkan HUT Ke-80 RI, Disporapar Samarinda Gelar Lomba Olahraga Tradisional

"Saya bilang, seandainya sudah dikasih tahu tiga, empat kali, mungkin wajar saya diperlakukan begini. Tapi ini kan mendadak,"katanya.

Meski kecewa, Miranda pun tetap bertahan di kawasan sekitar eks Bandara Temindung dua minggu setelah bangunan itu dirobohkan. Ia pun berharap bisa segera mendapatkan kontrakan baru di wilayah yang sama agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah tanpa harus pindah jauh.

"Harapan saya, suami dapat pekerjaan tetap, biar kami bisa segera pindah ke rumah yang layak," ucapnya.

Kendati demikian, harapannya untuk bertahan lebih lama lagi di reruntuhan itu pun kandas, setelah Satpol PP kembali menertibkan dan mengangkut perabot dan kasurnya. Dan Ibu lima anak itu pun turut serta dibawa oleh Satpol PP untuk dibina di Dinas Sosial. 

BACA JUGA: RSUD AWS-RSJ Atma Husada Mahakam Kolaborasi Manfaatkan BLUD Layani Pasien

Kategori :