Bankaltimtara

Kantor Imigrasi Berau Batalkan 265 Permohonan Paspor di 2025

Kantor Imigrasi Berau Batalkan 265 Permohonan Paspor di 2025

Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.-(Disway Kaltim/ Rizal)-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb menerbitkan 4.035 paspor, dari total 4.298 permohonan di tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, 3 permohonan ditolak sistem dan sebanyak 265 permohonan dibatalkan secara otomatis oleh sistem karena pemohon tidak datang atau terjadi duplikasi data.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Catur Apriyanto, menjelaskan, pembatalan oleh sistem biasanya terjadi karena pemohon tidak hadir sesuai jadwal yang sudah dipilih melalui aplikasi M-Paspor, sehingga secara otomatis permohonan tersebut gugur.

"Ada juga permohonan yang terdeteksi ganda oleh sistem, sehingga langsung ditolak karena data dianggap duplikat," ujar Catur, Minggu 18 Januari 2026.

BACA JUGA: Pemohon Paspor Capai 2.200 Orang per Bulan, Imigrasi Balikpapan Atur Ulang Pola Layanan

Menurutnya, lonjakan permohonan paspor paling terasa pada awal tahun, terutama menjelang Idulfitri. 

"Itu karena banyak masyarakat yang mengurus paspor untuk keperluan umrah maupun haji," tuturnya.

Selain itu, peningkatan juga terjadi saat ada libur panjang, terutama setelah libur sekolah dan libur nasional.

"Saat itu, banyak warga memanfaatkan waktu luang untuk bepergian ke luar negeri," imbuhnya.

BACA JUGA: Dilema Tangani “Manusia Perahu” di Pesisir Selatan, Kantor Imigrasi Berau Koordinasi dengan Tokoh Adat

Ia mengungkapkan, bahwa di hari-hari biasa, rata-rata hanya ada sekitar 10 orang per hari. 

Namun, ketika di awal tahun dan dekat Idulfitri dan saat musim umrah haji, pengurusan paspor ramai bisa sampai 50 orang per hari.

“Kalau ramai bisa sampai 50 orang per hari, terutama di awal tahun dan dekat Idulfitri dan saat musim umrah haji. Tapi kalau hari normal, rata-rata sekitar 10 orang per hari saja,” ungkapnya.

Terkait tarif paspor, lanjut Catur, saat ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: