Dalam pidatonya, Edwin menegaskan bahwa jabatan yang diemban harus dijalankan dengan penuh integritas. Ia mengingatkan para pejabat untuk menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Jadikan jabatan ini sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar tempat mencari nafkah. Bekerjalah dengan sepenuh hati, hindari segala bentuk KKN, dan jadilah teladan bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Edwin juga meminta agar pejabat selalu bersikap responsif, cekatan, dan tanggap terhadap berbagai persoalan. Menurutnya, profesionalisme aparatur akan terwujud jika setiap pejabat mampu menunjukkan integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Edwin juga menekankan pentingnya membangun sinergi dan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dicapai hanya dengan kerja individu atau satu OPD saja.
BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah Kodim 0912/Kubar Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar
“Rajutlah kerja sama yang solid, baik di internal unit kerja maupun antar-OPD. Tidak ada program yang bisa berhasil jika kita bekerja sendiri. Jadilah pemimpin yang melayani, mengayomi, dan meneladani staf,” ujar Edwin.
Bupati juga mengingatkan pejabat untuk mendukung pencapaian visi dan misi daerah sebagaimana telah dituangkan dalam RPJMD Kutai Barat. Ia menekankan pentingnya manajemen pemerintahan yang inovatif, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan rasa optimisnya terhadap pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, mereka adalah figur yang tepat untuk mengemban amanah.
“Masyarakat menaruh harapan besar di pundak kita semua. Mari wujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan pemerataan pembangunan di Kutai Barat,” pungkas Edwin. (*)