KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) SangattAqua yang di kelola Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, diproyeksikan menjadi salah satu sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Umum Perumdam Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutim, Suparjan, menyebutkan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses audit untuk menghitung potensi PAD yang dapat di setor ke kas daerah.
“Mengenai potensi PAD, nanti kami akan menyampaikan setelah dilakukan audit. Kemudian setelah pembayaran pajak dan dilakukan evaluasi teknis, baru akan ditentukan berapa kewajiban penyetoran ke kas daerah,” jelasnya saat diwawancarai, Jumat 4 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa saat ini Perumdam TTB Kutim telah memasukkan proyeksi PAD dari unit usaha AMDK ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) akhir tahun ini.
BACA JUGA:SangattAqua, Air Minum Dalam Kemasan Produk Lokal Kutim Sudah Siap Edar di Pasaran
Demikian, Salah satu indikator kesiapan untuk menyumbang PAD adalah cakupan layanan teknis perusahaan yang saat ini telah melampaui angka 80 persen.
Capaian tersebut menandakan bahwa operasional perusahaan sudah berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.
Terkait kapasitas produksi, pabrik AMDK SangattAqua akan ditingkatkan secara bertahap agar mampu menjangkau seluruh wilayah di Kutim, termasuk wilayah pedesaan.
“Untuk cakupan distribusi, akan kami perluas secara bertahap. Dalam rencana jangka menengah lima tahun ke depan, arah pengembangan sudah sangat jelas dan sejalan dengan RPJPD Kutim ,” ucapnya.
BACA JUGA:BUMD Kutim Luncuran Sangatta Aqua, Air Minum Dalam Kemasan Produk Lokal
Ketua DPRD Kabupaten Kutim, Jimmi mengatakan kehadiran SangattAqua tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap air minum yang sehat dan terjangkau.
Tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pada dasarnya, air bersih dan layak konsumsi adalah kebutuhan dasar manusia. Ini adalah hal yang mutlak. Karena itu, kita patut memberikan apresiasi kepada Perumdam yang telah menyediakan produk ini langsung dari daerah kita sendiri,” ungkap Jimmi.
Selanjutnya, ia menyebut bahwa inisiatif Perumdam Kutim dalam membangun unit usaha AMDK ini merupakan kebanggaan tersendiri, karena mampu membantu pemerintah daerah meningkatkan PAD.
BACA JUGA:ASN Dilarang Rangkap Jabatan, Inspektorat Kutim Tegaskan Sanksi Menanti