“Masih ada yang menolak anaknya divaksin. Padahal kalau tidak divaksin, seharusnya diganti dengan upaya lain, seperti menjaga pola hidup bersih dan sehat. Tapi kalau dua-duanya tidak dilakukan, itu justru yang sangat berisiko,” ucapnya.
BACA JUGA: Meski Nihil Kasus COVID-19, Dinkes Berau Tetap Imbau Masyarakat Terapkan PHBS
Dinas Kesehatan Berau terus berupaya mengedukasi masyarakat agar kesadaran terhadap pentingnya vaksin semakin tinggi.
Petugas kesehatan rutin turun ke lapangan untuk menjelaskan manfaat vaksin dan menangkal hoaks yang seringkali beredar di masyarakat.
"Tetapi kami tidak akan memaksakan imunisasi jika orang tua menolak memberikan izin. Kami tetap menghargai keputusan keluarga. Tapi kami juga tidak akan berhenti mengedukasi,” tegasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga terus melakukan pemantauan aktif dan respons cepat terhadap setiap laporan gejala atau dugaan kasus difteri di wilayah Berau.
BACA JUGA: Gamalis Tegas Tetap Pertahankan Pulau Kakaban, Tak Segan Lakukan Diskresi Jika diperlukan
BACA JUGA: Bantu Mempercepat Pengurusan Izin Penambangan Galian C, Pemkab Berau Segera Bentuk Pokja
"Dengan berbagai upaya pencegahan dan edukasi yang terus dilakukan, kami berharap status KLB bisa segera dicabut dan tidak ada lagi kasus baru. Mudah-mudahan tahun ini Berau bisa bebas dari status KLB difteri,” pungkasnya.