Lepas Dahaga Warga Sepaku, IPA Baja Resmi Suplai 50 LPS Air Bersih
Bupati PPU, Mudyat Noor saat meninjau instalansi pengolahan air bersih di Kecamatan Sepaku.-(Foto/ Istimewa)-
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Warga Kecamatan Sepaku selama ini seolah menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan infrastruktur air untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, kini mulai berubah, dahaga masyarakat sepaku terhadap air bersih mulai terobati.
Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja 50 Liter Per Detik (LPS) resmi dimulai.
Menandai babak baru kemandirian air bersih bagi warga Penajam Paser Utara (PPU).
Bukan sekadar penambahan aset, IPA Baja ini adalah jawaban atas stagnasi layanan air bersih di Sepaku yang selama ini hanya mengandalkan kapasitas mini 30 LPS tanpa sisa cadangan.
BACA JUGA: Pemkab PPU Anggarkan Rp16 Miliar untuk Optimalisasi SPAM Pamsimas Air Bersih
BACA JUGA: Pemkab Kolaborasikan SPAM dan Pamsimas Demi Air Bersih Merata di PPU
Kondisi eksisting layanan air di Sepaku memang cukup ironis, yakni baru 4 dari 15 desa/ kelurahan yang teraliri air bersih.
Angka cakupan yang baru menyentuh 22 persen ini menjadi alasan kuat mengapa Bupati PPU, Mudyat Noor, bergerak cepat memastikan pengelolaan IPA Baja ini jatuh ke tangan daerah.
"Dengan tambahan kapasitas ini, saya optimistis hampir 100 persen kebutuhan air bersih masyarakat di Sepaku bisa terlayani. Kita tidak ingin warga hanya melihat pipa-pipa besar lewat, tapi airnya tidak sampai ke dapur mereka," ujar Mudyat Noor, Senin 26 Januari 2026.
IPA Baja ini berdiri berdampingan dengan IPA Otorita IKN yang berkapasitas 300 LPS. Keduanya berbagi sumber air baku yang sama dari Intake Sepaku.
BACA JUGA: Pembangunan Bendungan di Sepaku, Solusi Atasi Masalah Air Bersih bagi PPU
BACA JUGA: Penuhi Air Bersih di Babulu, PPU dan Paser MoU Pembangunan SPAM Regional Long Kali
Ini menjadi simbol bahwa pembangunan pusat pemerintahan baru yakni IKN harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat lokal.
Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, mengungkapkan bahwa tantangan berikutnya adalah infrastruktur distribusi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

