Kusnandar meminta masyarakat Kukar untuk tetap tenang, tetapi tidak abai.
BACA JUGA: Iduladha Tanpa Plastik, Kukar Siapkan 152 Ekor Sapi dan Edukasi Lingkungan
“Kami mendorong masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Jangan sampai karena belum ada kasus, kita malah jadi abai,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa belum ada konfirmasi resmi mengenai masuknya varian baru ke Indonesia, namun prinsip kehati-hatian harus tetap dijaga.
“Soal jenis virusnya, belum ada informasi lebih lanjut. Tapi prinsip kami tetap sama. Lebih baik mencegah sejak awal,” ungkap Kusnandar.
Meningkatnya mobilitas masyarakat pasca pencabutan status darurat pandemi juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan lintas wilayah.
BACA JUGA: Jalan Panjang Wajah Baru Duta Budaya Kukar 2025
BACA JUGA: Aulia-Rendi Pastikan Tidak Ada Tim Transisi Jelang Kepemimpinannya
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat menjadikan imbauan dari Kemenkes sebagai panduan harian, terutama dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Gunakan masker bila diperlukan, jaga kebersihan tangan, dan jika memungkinkan hindari perjalanan ke negara yang sedang mengalami lonjakan kasus,” imbaunya.
Sebagai penutup, Kusnandar mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, dan tetap menjaga kesehatan fisik maupun mental.
Ia berharap situasi di Kukar tetap aman dari lonjakan kasus baru.
“Semoga wilayah kita tetap aman dan tidak muncul kasus. Tapi kuncinya ada pada kedisiplinan kita bersama,” pungkasnya.