Ia juga menekankan pentingnya proses perencanaan yang tidak hanya administratif, namun juga mencerminkan aspirasi masyarakat yang diperoleh melalui konsultasi publik.
BACA JUGA: PLN Kebut SUTT 150 kV untuk Sambungkan Talisayan ke Sistem Mahakam
BACA JUGA: Dana Kampung Bisa untuk Cegah Narkoba, DPMK Berau Dorong Program Tematik di Desa
“Pembangunan adalah proses perubahan ke arah yang lebih baik. Maka dari itu, penyusunan RKPD ini harus cermat dan strategis, dengan tetap mengakomodasi masukan dari berbagai pihak selama konsultasi publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Sri mendorong optimalisasi pemanfaatan dana negara untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi belanja daerah, serta realisasi proyek-proyek strategis yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.
Termasuk di dalamnya program unggulan Kabupaten Berau seperti Josspol dan Gratispol.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, Forkopimda, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga perguruan tinggi untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung arah pembangunan Berau ke depan.
BACA JUGA: Periode Kedua SraGam: Pembangunan Tidak akan Terkena Efisiensi
BACA JUGA: Triwulan Pertama Tahun 2025, Ada Lebih dari 760 Pekerja di Berau Kena PHK
“Saya berharap seluruh stakeholders dapat menjaga semangat kolaborasi dan inovasi, sehingga proses perencanaan yang kita lakukan benar-benar menjawab isu-isu strategis dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Melalui Musrenbang RKPD 2026 ini, Sri Juniarsih berharap lahir rencana pembangunan yang lebih akuntabel, efektif, dan efisien, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bumi Batiwakkal secara berkelanjutan.